kitab-anti-bangkrut_l-168-478

Benefit- Penulis adalah praktisi bisnis slama 15 tahun

- Ringan dibaca dan, seperti biasa, penuh ilustrasi

- Berisi ilmu praktis yang telah teruji

- Sarat dengan solusi, bukan sekadar teori

- Bahasa vibrasinya akan menyuntikkan energi pada diri anda
Info Produk“Kitab Anti Bangkrut” adalah buku kedua dari pendiri YukBisnis: Jaya Setiabudi, sekaligus penulis best seller “The Power of Kepepet”. Dalam buku ini akan dibahas mengenai kisah kebangkrutan dan kebangkitan,trik dan jurus mengenai hal-hal yang dapat menyebabkan kebangkrutan.

 

Kitab Anti Bangkrut terdiri dari bab sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

"Baca E-Book ini sebelum dibaca pesaing Anda!"

“Baca E-Book ini sebelum dibaca pesaing Anda!”

7 Formula Mencipta TREN (Low Budget)

GRATIS VOUCHER BELANJA Rp 200.000 DI YUBI STORE SELAMA MASA PRE ORDER

Mungkin Anda pernah atau akan mengalami hal-hal ini:

  • Merasa produk Anda luar biasa, tapi koq gak laku di pasaran.
  • Produk Anda sudah didistribusikan di tempat yang strategis, tapi koq gak ada yang beli.
  • Anda telah menghabiskan dana promosi puluhan hingga ratusan juta, tapi tetap tak bergerak.
  • Sementara produk ‘tetangga’ yang seolah biasa saja, tapi laku keras.
  • Sudah lebih dari 1 tahun masih berjalan di tempat. Ujung-ujungnya, bukannya untung, tapi buntung.
  • Atau Anda ingin memulai suatu bisnis yang langsung laris..?

 

Tak heran untuk menemukan formula laris, seorang pengusaha harus menghabiskanratusan juta hingga miliaran rupiah. Biaya trial error memang mahal, tapi lebih mahal lagi adalah waktu dan energi yang terbuang.

 

Dimana letak kesalahannya..?

Baca entri selengkapnya »

"Memilih pasangan itu harus sederhana."

“Memilih pasangan itu harus sederhana.”

Siang itu saya sedang berdiskusi tentang memantaskan diri terhadap jodoh dengan sahabat baik saya. Tiba-tiba Ibu penjaga kantin yang usianya kira-kira sudah 40-an yang usia pernikahannya sudah 23 tahun menghampiri kami. Nimbrung. Timbullah keinginan kami berdua bertanya pada yang sudah lebih berpengalaman (baca: tua) tentang kriteria memilih calon pasangan. Berikut ringkasannya, Teman.

1. Sederhana.

Ya, yang sedang-sedang saja kata ibu kantin. Sebab, jika dia berlebih-lebih dalam berbagai hal, tentu ini bukanlah sifat yang disenangi dalam menjadi seorang pasangan. Misalkan saja secara khusus ibu penjaga kantin mencontohkan: “Coba kalau di kaya raya, terkhusus lagi kalau perempuan dan perempuan itu lebih kaya dari pasangan lelakinya. Bisa saja dia meremehkan keluarga dari si Lelaki.” Ujar ibu kantin.

“Tapi, Bu, gimana kalau keluarganya rendah hati?” tanya kami.

“Silahkan saja. Tapi ibu menyarankan yang sederhana saja. Kaya boleh, tapi sederhana. Titik.” tandasnya.

2. Keluarganya

Sudah kita maklumi bersama bahwa pernikahan itu adalah bukan hanya menyatukan dua orang insan tapi juga menyatukan dua belah keluarga. Nah, kata ibu kantin, keluarganya juga harus terbuka dan bersahaja. Mereka harus bisa menerima, minimal menerima juga calon menantunya. “Beberapa pernikahan berakhir hanya karena ketidak-cocokan keluarga. Kalau ada masalah, segera diselesaikan dengan terbuka dan kekeluargaan.” begitu kata ibu kantin. Dengan segera kami terperangah dengan kalimat-kalimat gubahan ibu kantin.

Nah, itulah dua kriteria memilih calon pasangan versi ibu kantin.

Teman, kalau artikel ini bermanfaat silahkan share ya? :)

Salam Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. (ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya @arifigirisa atau Like fanpage Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

Tips Memilih Partner Bisnis

Posted: 11 November 2013 in artikelku
Tag:

Teman, guru saya pernah menasihati bahwa jika kamu hendak memilih calon partner bisnis anda, pilihlah seorang yang baik pada isterinya.

Terhadap isterinya, ia diberi tanggung jawab oleh Allah. Jika pada isterinya ia tidak baik hubungannya, tidak baik perlakuannya, sementara hal itu adalah amanah dari Allah, bagaimana mungkin ia akan baik pada amanah yang kita berikan padanya? Tanggung jawab kepada Allah saja ia lalai, bagaimana terhadap manusia?

Kepada orang tua kita dilarang telanjang. Tapi kepada isteri-isteri boleh. Ini menandakan isteri menempati posisi yang begitu dekat baginya. Sangat dekat bahkan lebih dekat daripada orang tua. Kalau kepada orang sedekat itu saja hubungannya tidak berjalan dengan lancar, bagaimana dengan kita yang dikenalnya hanya belum lama ini?

“Guru, terus kalau dia belum menikah?” tanya saya.

“Lihat bagaimana perilakunya terhadap ibunya.” jawab guru.

Nasihat yang ajaib dari seorang guru.

Salam.
Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

Zaman sekarang ini banyak orang-orang ingin terlihat intelek dari cara berbicaranya. Seperti di video berikut ini:

Nah, untuk hal itu, saya akan membagikan tips #Ajaib agar kamu terlihat intelek. Tenang saja, tips-tips ini sangat mudah dilakukan. Silahkan menyimak, Teman.

1. Tambahkan “isasi”

Dalam berbicara, tambahkan imbuhan serapan “isasi” yang berarti “proses”. Misalkan, “Teman, yuk kita belajarisasi di rumahnya Nadya sambil jalanisasi-kakinisasi.” Begitu. Nah, terlihat intelek kan? Oke, sip. Lanjut.

2. Berbicaralah dengan menyebutkan angka.

Ceritanya kamu lagi ngobrol sama teman-teman. Terus pas giliran kamu yang ngobrol, usahakan perbanyak angka yang kamu ucapkan. “Satu… dua… tiga…!!!” *kemudian semua peserta berlari* *eh salah fokus* *fokus!* misalkan: “75.657985% warga Manado itu suka makan makanan yang pedas.”

Atau: “Melihat iklan bir itu, beberapa orang langsung mabok.” kalimat ini bisa diganti dengan: “Melihat iklan bir itu, 345.234 orang korban yang langsung mabuk.”

Nah, gimana? Cobalah, Teman.

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter: @arifigirisa)

 

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Teman, adakah orang yang membeli mobil baru, mahal, keren, lalu menyimpan sampah busuk di dalam bagasinya? Tentu saja tidak. Ia akan merapikannya serapi-rapinya, sebersih-bersihnya dan seindah mungkin. Ataukah jika mobil itu sebagai pengganti mobil yang lama yang sudah usang dan rusak misalkan, apakah ia akan mengisi mobil itu onderdil mobil yang lama? Tentu saja ia menginginkan mobil itu tetap bersih dari ‘kenangan lama’ mobil sebelumnya.

Dalam membangun hubungan, sudah sepantasnyalah kita tidak mencampuradukkan kenangan buruk di masa lalu dengan masa sekarang. Memang perlu, tapi tak usah berlarut-larut dalam hal itu karena akan menghalang-halangi potensi diri dan kebahagiaan yang ada di masa depan. Salah seorang teman saya pernah membuat syair mesra nan ajaib kepada suaminya:

“Duhai suamiku, masa lalumu adalah milikmu dan masa laluku adalah milikku. Tapi masa depan adalah milik kita berdua.”

Sudah barang tentu masa lalu menjadi pelajaran berharga di masa yang akan datang, tapi bukan untuk diratapi dan diungkit-ungkit kembali jika dirimu inginkan terkerahkannya seluruh potensi kebahagiaan yang ada.

Teringat sebuah pepatah lama yang terkenal bahwa seekor keledai tak akan terjerembab ke lubang yang sama dua kali. Mengapa? Ah, ini jawabannya mudah saja. Karena keledai itu jalan terus. Yang ia lakukan hanya terus berjalan dan tak lagi ‘kembali’ di lubang tadi. Barangkali, menurut saya, kalau ia kembali, bisa jadi ia terjerembab lagi. Namun, ia jalan terus.

Mari kita memaksimalkan segala potensi yang kita miliki. Cobalah cara ini, dan rasakan betapa #ajaib-nya hal ini. :)

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya @arifigirisa)

Kunci

Kunci

Teman, guruku pernah berpesan kepadaku tentang rahasia agar pelajaran apapun bisa masuk. Beliau berkata bahwa ada tiga kunci agar semua pelajaran tersebut bisa masuk.

Pertama, cintai pelajarannya. Bisa dipastikan kalau sebuah pelajaran dibenci, ilmu yang dipelajari tidak akan masuk. Andaikata pun bisa dipahami, sungguh keberkahan ilmu di dalamnya kurang.

Kedua, cintai gurunya. Tentunya kita memiliki mata pelajaran, mata kuliah, atau materi apapun itu yang disenangi namun tak disenangi guru yang mengajarnya, sudah barang tentu pelajaran itu tidak akan masuk ke dalam kepala kita.

Ketiga, cintai diri sendiri. Ya, cintai diri kita sendiri. Adakah jika kita belajar keras, belajar setiap hari tak yang pintar adalah orang lain? Tentu tidak. Belajar yang rajin, itu adalah untuk diri sendiri.

Untuk yang ketiga, diumpakan kita mandi. Apakah tujuan mandi? Agar orang-orang dapat nyaman dengan kita, agar penampilan menarik orang lain, dan seterusnya. Tapi pada hakikatnya ketika kita mandi adalah untuk kebersihan diri sendiri, untuk kesehatan diri kita sendiri. Toh pada akhirnya orang-orang dapat merasakan akibatnya. :)

Nah, Teman, ingatlah tiga pesan itu. Itu adalah nasihat dari guruku.

Salam #Ajaib!

Ingin mengobrol dengan saya? Follow @arifigirisa

Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

"Belajar Di Mana Pun dan Dari Siapa Pun"

“Belajar Di Mana Pun dan Dari Siapa Pun”

Kata guru saya, jadilah pembelajar sejati. “Maknanya apa, Pak?” tanya saya. Ya, belajarlah dari manapun dan dari siapapun, itu katanya.

Hakikat ilmu itu seperti air. Ia mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang jauh lebih rendah. Maka, rendahkanlah hati ketika menerima ilmu. Jika inginkan keberkahan dan keberlimpahan ilmu, itulah yang harus dilakukan oleh seorang pembelajar sejati: Rendah Hati. :)

 

Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter: @arifigirisa

"Mau-mau kucing vs Mau-mau harimau"

“Mau-mau kucing vs Mau-mau harimau”

Dalam menghafal Quran, tentu sering kita mendengar pahala balasan bagi orang-orang yang menghafalkan Quran. Mulai dari kedua orang tuanya akan dihadiahi mahkota kemuliaan yang permatanya lebih berkilau daripada matahari, hingga akan diberikan tempat tertinggi di surga. Adakah Teman yang mau menghafal Quran? :)

Kata guru saya, “Mau-mau kucing atau mau-mau harimau?”

Kami agaknya bingung dengan istilah ini. Ada yang menjawab “Kucingg….!!” ada juga yang menjawab “Harimauuu…!!”

Tapi apa bedanya? Kami bertanya pada Guru. “Meau.. meau.. mau… mau.. begitu kucing mengeong. Dia bilang “mau” tapi Malas malasan.”

“Tapi kalau mau-mau harimau? Hari-hari mau!”

Hihihi.. Hari-hari mau! Orang Manado bilang “Cap Mau” yang maknanya mau banget. :)

Nah, Teman, dalam bertekad sesuatu kamu tipe yang mana? Mau-mau kucing atau mau-mau harimau? :)

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

"Pentingnya Ukhuwah | Silaturahim kewajiban setiap muslim."

“Pentingnya Ukhuwah | Silaturahim kewajiban setiap muslim.”

Zaman sekarang ini ukhuwah sering dielu-elukan. Tapi lebih sering pada kenyataannya banyak orang yang memutuskan ukhuwah hanya karena masalah-masalah yang (mungkin) tidak seserius memutus ukhuwah.

Coba, Teman, mari kita renungkan. Misalkan kita ditipu sahabat kita perihal uang. Katakan jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan. Itu adalah ujian buat kita, pasti. Bisa jadi Allah ingin angkat derajat kita dengan ujian tersebut. Bisa jadi dengan bersabar, justru Allah gantikan semua itu dengan sesuatu yang jaauh lebih baik.

Dalam hal ini kita adalah korban. Bisa dikatakan dengan sedikit tidak halus bahwa kita adalah orang yang teraniaya. Baru menyandang status itu saja kita sudah dimuliakan dengan doa yang terijabah. Masih ingat kan doa orang teraniaya itu gimana. J

Namun, apa yang terjadi, sering orang malah memutus silaturahmi sebab hal itu. “Saya tidak sudih melihat kamu lagi!” sering begitu, atau, “Mulai hari ini kita tidak berteman (bersaudara)!” MaasyaaAllah..

Yang tadinya kita adalah korban, passive person, yang tadinya derajat kita akan ditinggikan oleh Allah Yang Maha Tinggi, kita malah menjadi PELAKUnya. Silahkan digaris bawahi, PELAKUnya. Active person. Yang tadinya derajat kita mau ditinggikan, ini malah jadi  ditinggalkan, yang tadinya Allah ingin jadikan kita mulia dengan bersabar, kita malah jadi orang yang kasar.

Coba renungkan, Teman, memutus ukhuwah sama artinya memutus rezekimu sendiri. Menghalang-halangi potensi yang sudah ada, bahkan mungkin saja membatalkan nikmat yang telah terjalin.

Mari kita jaga ukhuwah. Mari kita bersabar dengan ujian, karena dengan ujian itu Allah kan tinggikan derajat kita.

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

Teman, jika berbicara tentang cinta, maka kita akan butuh lebih dari 1000 lusin putaran bumi untuk memahaminya. Sementara 2 orang yang sedang jatuh cinta adalah orang yang sangat tersiksa di dunia ini kendatipun cinta itu manis rasanya. Bagaimana tidak, orang yang sedang jatuh cinta itu selalu menangis. Jika jauh dari sang kekasih, dia menangis karena rindu dan jika dekat dengan sang kekasih ia menangis karena taku akan berpisah. :)

Teringat sebuah pembicaraan dengan teman, teringatlah 3 jenis cinta.

Yang pertama adalah cinta umum. Ini merupakan cinta orang tua kepada anaknya dan cinta anak kepada orangtuanya, cinta saudara kepada saudaranya yang lain. Secara umum, inilah cinta.

Yang kedua, cinta khusus. Sudah barang tentu setiap kita punya selera yang berbeda-beda. Ada yang suka dengan buah apel ada yang tidak, ada yang suka dengan avokad, jeruk, anggur, bunga mawar, melati, dll. Begitu juga dengan cinta. Ada orang yang mencintai orang yang belum tentu bisa juga dicintai orang lain. Ini dia cinta khusus.

Lalu ada yang ketiga yakni cinta sejati. Itulah cinta san Pencinta kepada Ciptaannya. Hanya itulah cinta yang sejati. Perhatikan ketika kita berbuat salah, apakah Ia berhenti mencinta? Tentu tidak. Allah tetap memberikan kita nikmat, itulah bentuk cintanya. Jika cinta sejati itu adalah kepunyaan manusia, itu cuma ada di dongeng-dongeng namun tak ada di kehidupanya nyata. :)

Demikian pembicaraan saya dengan seorang teman. :)

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

 

 

Pacaran adalah dunia yang gak jelas banget. Gak percaya? Pokoknya harus percaya. Hihihi. Yang jelas, ya jelas ruginya. Buat cewek apalagi. Duh, kasihan banget dah. Nah, berikut tipe-tipe cowok yang kamu bisa temui dalam pacaran. Cekidot.

1. Cowok Tipe Gurita

Tipe cowok ini waktu pacaran alias nge-date gitu keluar bentuk aslinya. Tangannya itu loh: kemana-mana. Raba sana, raba sini. Raba atas, ceweknya bilang “jangan!”, raba bawah ceweknya dengan keras bilang “Berhenti!”, cowoknya gurita (karena tangannya banyak) pegang atas dan bawah ceweknya bilang “Jangan Berhenti!”. Hihihi. :D

Ada cowok yang pegang tangan doang, sapu-sapu punggung, belai-belai rambut, elus-elus dari luar baju, raba-raba sampe dalam baju dan celana, katanya “Cari tahu.” Ckckck Kasihan sekali. Yang model begini mau dijadiin suami? Beudh.. gak banget ya girls? Yang setuju komen ya. :)

Point: Suka pegang-pegang. Suka Raba-raba.

Cowok Tipe Gurita

Cowok Tipe Gurita

2. Cowok Tipe MetroMini.

Yang ini persis banget metromini. Main embat aja. Punya penumpang aja masih suka lirik-lirik apalagi pas gak ada penumpang (baca: jomblo). Cowok tipe ini suka banget gonta-ganti pacar atau berganjen ria. Ieuw.. gak banget deh. Yang model gini mau dijadiin suami?

Point: playboy.

Cowok Tipe Metromini, Main embat 'penumpang'

Cowok Tipe Metromini, Main embat ‘penumpang’

3. Cowok Tipe Anjing.

Anjing itu, kalau di depan tuannya, manis. Giliran di depan orang yang gak dikenalnya, menyalak. Cowok tipe ini gitu deh. Pas depan cewek doang jadi manis, alim, sopan, de-el-el. Tapi pas enggak, keluar deh aslinya.

Point: cemen (dekat ke munafik sih)

Yg Ini Tipe apa ya? Iuww...! :)

Yg Ini Tipe apa ya? Iuww…! :)

4. Cowok Tipe Sholeh.

Sorry, Teman. Gak ada cowok sholeh pacaran! *exit*

No Khalwat Until Akad

No Khalwat Until Akad

Sekian. Salam #Ajaib! :)

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

Dalam matematika,

  • bilangan positif (+) jika dikalikan dengan bilangan positif (+), maka hasilnya juga bilangan positif (+).
  • bilangan positif (+) jika dikalikan dengan bilangan negatif (-), maka hasilnya bilangan negatif (-).
  • bilangan negatif (-) jika dikalikan dengan bilangan positif (+), maka hasilnya bilangan negatif (-).
  • bilangan negatif (-) jika dikalikan dengna bilangan negatif (-), maka hasilnya bilangan positif (+)

Walau banyak yang keliru menyebutkan seperti ini: “Positif dikalikan positif hasilnya positif.” Padahal sebenarnya “positif” itu bukan angka yang bisa dioperasikan. Jadi seharusnya menambahkan kata “Bilangan” agar tidak keliru makna. Hihihi. *fokus lagi*

Nah, maknanya adalah jika sebuah kebaikan (+) dilakukan dengan baik (+) atau jadi dilakukan, maka hasilnya akan baik (+) juga.

Sementara jika kebaikan (+) dilakukan dengan tidak baik (-) atau tidak jadi dilakukan, maka hasilnya tidak akan baik (-).

Kemudian, jika keburukan (-) dilakukan dengan baik (-) atau sukses dilakukan, maka hasilnya tentu tidak baik. :)

Nah, bagaimana dengan bilangan negatif jika dikalikan dengan bilangan negatif? Keburukan (-) jika tidak jadi dilakukan (-), sudah barang tentu hasilnya baik (+), kan? :)

#Ajaib ya? :D hihihi.

Sekian. Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

Senyum Mereka Menghangatkan Hatiku

Senyum Mereka Menghangatkan Hatiku

Teman, suatu ketika saya sedang lelah beraktifitas dan ketika kumelihat foto kedua orang tuaku yang sedang tersenyum ini maka seolah ada energi yang mengalir dalam pembuluh darah saya. Lalu sejurus kemudian seluruh penat dan capek itu menguap.

Untuk senyum merekalah kita bermujahadah selama ini, berusaha menggapai cita-cita agar mereka bangga. Cobalah, Teman, kamu pasang foto orang tuamu yang sedang tersenyum di lemari, dompet, wallpaper hp, wallpaper PC/laptop, dll. Lalu jangan lupa doakan selalu mereka.

Percayalah bagi kamu yang sedang jauh dari orang tua, maka itu adalah hal yang sangat ajaib. :)

Salam Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)