Sial vs untung

Posted: 9 Oktober 2009 in catatan harian, Matematika dan sains

Ini mungkin hari tersialku atau mungkin baru “awal” dari sekumpulan kesialan yang akan datang kepadaku. Tapi itulah, dompet mungilku hilang yang biasa di bilang dengan “tercecer” atau mungkin “jatuh”. Yah tepatnya aku tak tahu juga yang jelas adalah sekarang dompet itu sudah tidak ada lagi padaku.
Yang menjadi permasalahan sebenarnya bukan dompetnya yang hilang, dompet itu tidak seberapa (walau sebenarnya mahal sich.. he he) tapi yang jadi masalah adalah isi dalam dompet tersebut. Bagaimana tidak? Di dalam dompet ada benda-benda yang luar biasa pentingnya dan tidak kalah pentingnya dengan nyawaku (dramatisasi kayaknya ni).
Di dalamnya pertama ada KTP (“kartu tanda pembohong” eh maksudnya “kartu tanda penduduk”), what??!! Siapa bilang KTP tidak berguna? Hmp… pernah nonton tidak di tipi-tipi ada razia penduduk illegal? Sekalipun kita penduduk yang punya status jelas tapi tidak bisa menunjukkan KTP, hmp…! Terus pernah aku waktu mau ke jakarte (kata orang betawi) pas di bandara tuh di periksa dah KTP-nya, paling tidak kartu identitas lah. Coba tidak ada, mungkin mesti di batalkan keberangkatan atau aku harus berurusan dengan orang-orang menginterogasi sampai pegal-pegal badan ini alias lama banget interogasinya.
Ke-dua, ada SIM C (“surat izin mengemudi”, kalau SIM C itu untuk kendaraan bermotor beroda dua). Kadang sewaktu kecil aku bertanya mengapa bukan di beri nama aja “KIM” (kartu izin mengemudi) saja kan modelnya kartu bukan surat. Nah, buat aku yang istilah kerennya “biker” atau “rider” yang kemana-mana pake ‘tunggangan’ kehilangan SIM bagai kehilangan ‘roh’ dari ‘tunggangan’ku. Kemana-mana selalu kuatir takut di tangkap para ‘penangkap kuda liar’ alias POLANTAS (Polisi Lalu Lintas).
Hmph.. yang satu ini kayaknya sentisitif banget yang ke-tiga, memang tidak ada hubungannya dengan identitas seperti KTP dan SIM yaitu kartu ATM, apa ya kepanjangannya? He he “anjungan tunai…”. Mana di dalamnya saldonya banyak “nol”nya lagi alias hmm.. bukan sombong ya tapi ada puluhan juta lah di dalamnya. Huph… ujian ini yang bertubi-tubi, mulai dari handphone hilang sampe dompet yang berisi barang-barang berharga seperti KTP, SIM dan ATM.
Kabar baiknya, ini adalah ujian. Ini adalah cobaan. Semacam ujian bahwa Allah masih sayang kepada hambanya. Coba kalau kita ingin naik kelas pasti ada ujian dulu. Kira-kira seperti itulah. Jika kita berhasil melewati ujian dan cobaan yang terus menerus ‘menyetrika’ kita, maka akan di angkatlah derajat kita oleh Allah SWT. Aamiiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s