Si hitam mati suri

Posted: 11 Oktober 2009 in cerita lucu

Suatu ketika ada seorang pemuda yang berkulit hitam, yah bisa di bilang “hitam pekat melekat”. Yang tinggal di suatu daerah perkotaan (yang biasanya gaya hidup metropolitan). Kehidupannya biasa-biasa saja dan serba berkecukupan. Baginya tidak perlu mewah-mewah, yang penting ‘cukup’. Cukup rumah bertinggkat, cukup mobil 2 (BMW dan Mercedes Benz). Tapi ada satu hal yang aneh, atau lebih tepatnya ada yang kurang. Dia tidak pernah di terima oleh wanita manapun, selalu saja di tolak (mungkin karena di kota metropolitan kulit hitam kurang di minati para wanita).
Sampai suatu hari dia tiba-tiba jatuh tersungkur dan jantungnya berhenti, di bawalah dia ke rumah sakit tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun.
Tapi ternyata yang terjadi di alam lain adalah berbeda. Ia bertemu dengan malaikat pencabut nyawa dan malaikat berkata kepadanya
“kenapa kamu disini? Ini belum saatnya kamu mati”, ujar malaikat.
“benarkah, kalau begitu kapan saya akan mati?”, Tanya pemuda itu dengan perasaan senang bercampu bingung.
“ya, ini belum saatnya kamu mati, kamu akan meninggal pada umur 40 tahun”, jawab malaikat.
Kemudian tiba-tiba pemuda itu langsung terbangun dari mati surinya dan segera dia bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk melakukan banyak hal belum pernah ia lakukan.
Karena mengetahui dia masihlah lama usianya, maka ia melakukan operasi plastic kayak maikel jeksen gitu deh sampai kulitnya jadi putih biar cewek-cewek nempel kayak perangko. Akhirnya berhasil dia pun mengalami “girl syndrome” semacam ketagihan perempuan gitu.
Sebulan setelah kejadian mati surinya dia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Tapi kali ini bukan mati suri, melainkan mati beneran. Aneh, kan? Ya tapi ini yang terjadi. Sebelum berumur 40 tahun dia sudah meninggal. Kemudian dia melakukan protes pada malaikat pencabut nyawa,
“malaikat, kataya saya akan mati pada usia 40 tahun tapi kenapa saya mati sekarang?”, dengan nada agak kasar pemuda itu bertanya.
“duh map, saya sudah tidak mengenali kamu lagi. Jadi saya cabut deh nyawa kamu, he he map”, jawab malaikat sambil menggaruk-garukkan kepalanya.
…–ooOoo–…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s