kisah si hitam bag 2

Posted: 2 Desember 2009 in Matematika dan sains

Entah suatu kebetulan apa, mereka bertemu lagi di kesempatan yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula. Dengan seolah-olah Nampak akrab mereka berdua saling senyum di sebuah gedung besar dengan posisi tempat duduk mirip di sebuah bioskop. Tempat duduknya bertingkat, dan terdapat sebuah panggung di depannya. Namanya adalah GKB yakni gedung kuliah bersama.
Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya, ‘si hitam’ tadi seolah tidak berkesan kembali. Artinya adalah laki-laki tersebut tidak mempersepsi pertemuan itu sebagai sesuatu yang berarti. Dan setelah selesai acara itu pun mereka berdua hanya seperti kafilah yang sedang berlalu.
Perempuan tersebut kali ini mengenankan jilbab berwarna merah muda alias pink dengan long dress berwarna dominan putih dengan motif kotak-kotak berwarna ungu. kaus kaki terpasang di kedua kakinya dan menggunakan sendal jepit berwarna hitam. Di tangan kirinya terdapat cincin putih besar dengan motif bunga di jari manisnya, menambah citra seorang perempuan.
Laki-laki tersebut sibuk dengan kegiatannya dan perempuan tersebut sibuk pula dengan kegiatannya. Tak ada yang saling menarik perhatian atau melakukan gerakan tambahan selain dari kegiatan atau kesibukan mereka masing-masing. Dan begitulah sampai selesai kegiatan yang ada saat itu.
Sekali lagi terjadi hal yang tidak berarti di antara mereka. Tidak ada yang berkesan, tidak ada yang ‘membekas’, dan yang lain sebagainya.
***

Komentar
  1. OMD mengatakan:

    hmmmm,,,
    pertemuan itu adalah seleksi MTQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s