Menerima Kekalahan

Posted: 11 Oktober 2012 in artikelku, catatan riefu
Tag:, , , ,

Kekalahan memang bukanlah suatu yang diharapkan oleh siapapun. Harus diakui kekalahan itu menyakitkan. Tapi ingatlah di atas langit masih ada langit. So, sebenarnya kekalahan adalah hal yang niscaya. Wajar saja, pasti.

Ayah saya pernah berkata kepada saya, “Memang kekalahan itu hal yang wajar. Setiap pemenang pasti pernah kalah. Namun, jangan pernah berpusat pada kekalahan. Karena kapan saja kamu berpikir tentang apa yang akan dilakukan nantinya jika kalah, maka saat itu juga kamu sudah kalah.”

Ya, menerima kekalahan, bukan berarti pesimis. Tapi lebih kepada menyikapinya. Coba lihat anak kecil. Ketika dia belajar berjalan, dia sering terjatuh (baca: kalah), tapi anak kecil tersebut justru tertawa dan, dalam bahasa yang lebih keren: bangkit lagi dan menganggap kekalahannya sebagai proses, lalu dia tidak pernah menyerah.

Sekarang, masalahnya bukan bagaimana agar tidak kalah. Tapi bagaimana kita menyikapi kekalahan tersebut. Bukankah kekalahan adalah hal yang wajar? Pemenang dan pecundang itu bukan tentang status, tapi ini tentang mindset. Sama halnya dengan bahagia. Bahagia bukanlah outpun dari rangsangan luar, tetapi bahagia adalah ketika kita men-set hati kita untuk bahagia. Begitulah kekalahan. Menyikapinya adalah hal yang baik, dan menyikapinya dengan baik adalah hal yang bijaksana.

Orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahannya, sebenarnya bukanlah orang-orang yang lemah, mereka hanya tidak bisa men-set mindsetnya sebagai seorang pemenang. Di saat orang-orang kalah menyesali dan menangisi batu-batu yang menyandungnya ketika dalam perjalanan menuju sukses, orang-orang sukses justru mengumpulkannya dan dijadikannya batu loncatan.

Akhirnya Ayah saya berkata, “Jika kamu telah mengalami kekalahan terbesarmu dalam hidup, maka sisanya adalah sukses. Tidak ada lagi kekalahan yang tak lagi tak dapat kamu atasi.”

So, sobat, apakah kamu sudah menerima kekalahanmu?

Salam Ajaib! 🙂

Follow me on twitter: @arifigirisa

Iklan
Komentar
  1. ayu berkata:

    tidaklah mudah menyikapi kekalahan, kesulitan menerima karena tidak dapat percaya terjadi “kekalahan”, membangun semangat setelahnya adalah hal yang paling sulit dilakukan.
    salam,

  2. Ardis berkata:

    Excellent post. I was checking continuously this blog and I’m impressed! Extremely useful info specially the last part 🙂 I care for such information much. I was looking for this certain information for a very long time. Thank you and best of luck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s