Berpura-puralah Sampai Itu Tak Lagi Pura-pura

Posted: 2 November 2012 in artikelku, catatan riefu
Tag:, , , , , , , , , ,

Mereka Sedang Berpura-pura Jadi Foto Model Panas (Hot Models Man)

Alhamdulillah kita masih diberi nikmat hidup hari ini. Di kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang LOA. Itu tuh, law of attractions, hukum tarik menarik, atau apalah. Hihihi. Pokoke deh. 😀

Singkatnya LOA itu apa yang kita pikirkan, itu yang cenderung akan terjadi. Misalkan kita punya rencana keluar rumah. Ceritanya ada acara di rumah teman. Tapi kita kuatir akan hujan, eh gak tahunya hujan beneran. Pokoknya gitu deh. Hehe.

Nah, saya ingin menceritakan tentang pengalaman pribadi saya dan pengalaman Teman yang saya temui tentang LOA. LOA itu erat kaitannya dengan action loh, Teman. Berikut penggalan-penggalan ceritanya. 🙂

  • Dulu saya ingin sekali beli sepeda tapi gak punya uang. Normalnya: punya sepeda baru belajar sepeda. Saya putuskan untuk belajar sepeda dulu walau gak punya sepeda. Pinjam di teman dan mulai dikit-dikit menabung. Walau kelihatannya dgn menabung Rp. 500/hari (waktu itu) akan butuh 3 tahun untuk membeli sepeda, tapi saya tak peduli. Yang penting dalam pikiran saya selalu memimpikan sepeda. Hehe. Akhirnya dengan suatu cara, punya deh sepeda 2 bulan kemudian. 🙂
  • Jaman dulu, teman sebelum punya handphone, saya beli kartu SIMnya dulu. Terus kartu SIM itu (sampe sekarang saya belum tahu kepanjangan SIM untuk kartu operator seluler. Surat Izin Menelepon, kah?) diisi ke hape orang lain. Pinjem gitu. Kalau orangnya mau pake, udah, kartunya dicabut dan disimpan di dompet. Hihihi. 😀 Ada yang punya pengalaman serupa? Jadi saya berpura-pura impian (dalam hal ini HP) terwujud sampai akhirnya dia benar-benar terwujud. 🙂
  • Saya bikin SIM C duluan sebelum saya punya sepeda motor.  🙂
  • Saya lihat-lihat brosur mobil, masuk ke show room mobil padahal gak punya uang buat beli, pokoknya berpura-pura deh kayak beneran. Saya coba test drive (padahal gak bisa bawa mobil) waktu itu, jadi cuma starter doang. Hihihi. Sampe akhirnya bisa beli juga. 🙂
  • Ketika lulus SMA, saya ingin sekali ke tanah suci. Kalau udah tua baru ke sana itu biasa, pikir saya. Jadi saya berimpi untuk ke sana pas lulus SMA. Nah, saya mulai datangi travel agent buat nanya-nanya harga, dst. Terus saya realisasikan dengan mengumpulkan uang dan bikin paspor. Sampai akhirnya cuma 1 bulan setelah bikin paspor, saya berangkat deh. 🙂 Hehe.
  • Nah, ini cerita teman saya yang sudah saya praktekkan dan belum terwujud. Sampe sekarang saya masih berpura-pura impian itu terwujud. Apa itu? Membeli ranjang double size. hihihi. Ngerti kan maksudnya? 😀 Apa? Serius gak ngerti? Teman saya sebelum menikah, berdoa dapat jodoh, dia merealisasikannya dengan membeli ranjang ukuran buat 2 orang. Katanya biar Allah yang ngisi tuh tempat kosong di situ. Awalnya galau juga katanya. Soalnya ranjang segede itu tapi sendirian. Eh, akhirnya dia menikah gak lama setelah itu. Ada deh yang isi tuh ranjang ukuran 2 orang. 😀 Semoga saya menyusul. 🙂 Hehe.
  • Dulu saya dan teman saya (yang lain) suka ngobrol-ngobrol tentang gimana rasanya jadi penulis dan bukunya diseminarkan. Menghayal-hayal, berpura-pura, berandai-andai apa yang akan dikatakan di panggung atau podium, atau membayangkan betapa senewennya ketika dimintai tanda tangan oleh para pembaca di buku karangan kami. Eh sekarang, dia sudah punya 5 buku karangannya. Sedangkan saya sedang menulis buku ke-3 saya, sebuah novel. Buku kami juga beberapa kali diseminarkan. Mulai dari berpura-pura sampai jadi beneran. Hihihi. 😀

Dan masih banyak lagi contoh lain.

Coba perhatikan di banyak sinetron. Ya film yang banyak keanehannya itu coba perhatikan. Banyak adegan berpura-pura akhirnya jadi beneran. Pura-pura jadi pasangan suami isteri, eh akhirnya beneran. Pura-pura jadi buta, pincang atau cacat, eh gak lama abis itu jadi beneran cacat.

Ya, tak pelak lagi LOA itu identik dengan doa dan harapan.

So, jika punya impian, jangan disimpan saja. Tapi rancang tangganya. Lalu manfaatkan LOA. Action dan berpura-puralah itu sudah terwujud. Rasakan sensasinya. Berpura-pura sampai itu tak lagi pura-pura. Hihihi. 😀

Sungguh LOA itu sangat ajaib. 🙂 Apa ada yang punya pengalaman serupa atau punya pengalaman unik lain? Silahkan di-share di komentar. 🙂 Terima kasih. Salam Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Mengobrol dengan saya, follow twitter: @arifigirisa)

Iklan
Komentar
  1. Yuyun Sabrina berkata:

    Saya pernah mengalaminya:
    1. Ini hampir sama dengan poin yg pertama. Tapi bedanya, saya ingin sekali bisa mengendarai sepeda. Saat itu saya belum mempunyai sepeda. Tapi saya selalu bayangkan sebelum tidur kalau saya sedang mengendarai sepeda keliling kompleks. Betapa asyiknya mengayuh sepeda sambil menyapa lingkungan sekitar. beberapa minggu kemudian abahku membelikanku sepeda. Saya pun antusias berlatih hingga berhari2 dan dilatih oleh abangku. Hampir saja saya putus asa karena saya sering terjatuh dan tak bisa bangkit lagi #eh. tapi saya bertekad dan ingat akan impian saya untuk bisa mengendarai sepeda. saya berlatih sendiri pagi dan sore dengan keyakinan kuat itu. and finally, I can do it! believe me, it’s a miracle 🙂

    2. Saat saya mau naik bis, saya membayangkan bahwa saya akan mendapat kursi kosong khusus untuk saya di tengah2 penuhnya bis itu. Saya pun membayangkan bis itu cepat datang. beberapa menit kemudian bis itu datang dan saya “benar-benar” dapat tempat duduk, walaupun bis itu penuh. ^_^

  2. Aris (Emkave) berkata:

    pengalamanku,
    berpura pura maen gitar pake sapu, akhirnya bisa beneran
    pura pura maen band di depan umum, kesampean juga konser
    berkhayal rekaman, rekaman juga akhirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s