Tularkanlah Energi Positif, Bukan Sebaliknya!

Posted: 28 Mei 2014 in artikelku, catatan riefu
Tag:

Husst.. Gak Boleh Galau

Ga Boleh Galau

Temanku, sering kita temui orang-orang yang senang berstatus galau cita. Baik di twitter, di Facebook, ataupun di berbagai media sosial lainnya. Di twitter juga sering kita temui akun-akun yang sering me-retweet tweet yang galau.

Ah, kemon, me-retweet status galau, hanya akan menghiasi akun dan harimu dengan energi negatif. Kamu seolah ingin menunjukkan bahwa harimu tak pernah bahagia, jarang tertawa, dan kurang sekali syukurnya. Berstatus galau juga dapat menggalaukan orang lain yang membacanya. Dapat menularkan energi tak baik dalam diri sendiri, dalam diri orang lain.

Jika kamu sedang punya masalah, cobalahmenulis: “Duh, saya lagi punya masalah, dan saya bingung!”

Apa yang terjadi? Ya, kamu pun jadi bingung. Otak kita ketika menerima kalimat seperti itu juga jadi bingung. Hihihi. Kalau curhat ke orang lain dengan kalimat begitu? Tentu orang yang mendengarnya jadi bingung juga. Hihi.

Coba bandingkan dengan orang yang punya masalah dan berkata dalam hatinya: “Hm, saya memang punya masalah dan saya hanya kekurangan informasi.” lalu biasanya berlanjut dengan, “Apa yang harus saya lakukan? Di mana saya bisa menemukan jawabannya?” kemudian ACTION! *jempoldah*

Cobalah menulis sesuatu yang kiranya dapat berguna ketika dibaca oleh orang lain. Atau setidaknya me-retweet atau men-share hal baik, hal yang mengandung energi positif, sehingga, mana tahu karena upayamu itu ada temanmu yang baca dan dia tercerahkan dan menjadi lebih baik ke depannya.

Guruku pernah bernasihat: “Jika kamu nakal, silahkan saja! Jika kamu dapat berbuat kerusakan untuk dirimu, itu urusanmu. Tapi jika kenakalanmu melibatkan banyak orang, maka itu juga urusan banyak orang.”

Artinya, bukan guruku membenarkan merusak diri sendiri. Tapi renungkalah bahwa kita tidak hidup sendirian. Ada orang-orang yang mengamati dan terpengaruh dengan hidup kita, kata-kata kita. Bukankah seharusnya kita memberi manfaat terhadap mereka? Bukankah orang yang paling baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya terhadap orang lain?”

So, Teman, masih maukah kita menularkan energi negatif itu kepada orang lain? Yuk stop menulis kegalauan di socmed, yuk perbanyak syukur kita, yuk kurangi keluh-kesah kita, yuk! ^_^

=========================

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter: @arifigirisa)

 

Terima kasih telah berkunjung. Sebagai oleh-oleh, silahkan download 2 e-book gratis persembahan dari kami. Klik di sini:

Free download: E-book 7 Hari Jadi Juragan

Free download: E-book 5 Jurus Jitu Dongkrak Penjualan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s