Belajar Dari Manapun, Rendah Hatilah

Assalaamu’alaykum wa rohmatullahi wa barokaatuh, Teman.

Gimana kabarmu hari ini? Semoga tetap sehat. Semoga masih tetap semangat dalam belajar. Semoga masih istiqomah dalam perbaikan.

Temanku, seorang guru saya pernah bercerita, mengulang-ulang cerita itu, bahkan sampai hafal, tentang sebuah trik agar selalu ilmu yang kita pelajari selalu saja dapat kita cerna dengan baik dan masuk ke dalam hati. Beliau menjelaskan bahwa pada dasarnya ketika seorang ingin belajar (baca: berubah), ada 3 proses yang seharusnya dia lewati.

Pertama, Transfer Of Knowledge. Di mana pada fase ini, seseorang pembelajar menerima ilmu, atau seorang guru menyalurkan ilmunya. Namun pada tahap ini, hanya sampai pada proses dari tidak tahu menjadi tahu. Bukan proses dari kedelai (tidak tahu, makanan) menjadi benda putih kenyal (tahu) itu ya. Hihihi. 😀

Kedua, Transfer of Spirit. Pada jenjang mentransfer spirit ini, seorang guru menularkan semangatnya. Murid menerima tekad untuk berubah. Tercipta dalam dadanya semangat yang kemudian kelak akan menjadi cikal bakal perubahan. Contoh saja seorang perokok yang membaca sebuah artikel tentang bahaya merokok, atau membaca pesan di setiap kemasan dan poster rokok: “Merokok dapat membunuhmu!”

Saat dia paham tentang bahayanya, ia telah melewati fase pertama yaitu Transfer Of Knowledge. Ketika dia punya semangat untuk berubah, dalam hal ini adalah berhenti untuk merokok, ia telah masuk kedalam Transfer Of Spirit. That’s the poin. 🙂

Ketiga, Transfer Of Hidayah. Inilah tingkat di mana seorang pembelajar ACTION! Dengan segeran ia terinspirasi, dengan segera ia berubah, dengan segera ia mengamalkan ilmu yang dia dapatkan. Ia tahu, dan ia tahu bahwa ia tahu, maka ia mengamalkan yang ia tahu. Ketika perokok tadi, setelah dia bertekad untuk berhenti, betul-betul berhenti, ia langsung membuat aksi nyata dan berusaha untuk merokok. ACTION!

Perlu menjadi catatan, Teman, Transfer Of Hidayah ini terganggu oleh tiga hal, yaitu: gerakan, suara, dan makanan.

Hal ini menjelaskan mengapa dalam banyak seminar mengharuskan para pesertanya me-non-aktifkan handphone-nya. Dalam banyak pelatihan ESQ juga sebagai contohnya, kita mungkin akan memahami materi yang disampaikan walau tidak fokus dan sibuk mengutak-atik handphone. Lagi pula untuk mencapai Transfer Of Knowledge kita hanya butuh membaca modul saja kan? Hihihi. Tapi sudah pasti tak akan tertular semangat dan hidayah dari proses belajar tersebut.

Izinkan saya mengutip sebuah kalimat dari seorang guru:

“Ilmu itu bagaikan air. Dan seribu sungai itu akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Bukan sebaliknya. Rendahkanlah hatimu, lalu rasakanlah secara ajaib ilmu itu akan masuk dan menjadi berkah bagimu.”

🙂

=================================

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E. (ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter @arifigirisa)

Jika artikel ini dirasa bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya. Tekan salah satu tombol “Share This” di bawah tulisan ini.

🙂

Terima kasih telah berkunjung. Sebagai oleh-oleh, silahkan download 2 e-book gratis persembahan dari kami.

Klik di sini: Free download: E-book 7 Hari Jadi Juragan

Free download: E-book 5 Jurus Jitu Dongkrak Penjualan

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s