Bertemanlah Dengan Macan (bagian 1)

Posted: 2 Juni 2014 in #NasihatGuruku, catatan riefu
Tag:, , , ,

"Bertemanlah denganku." -Macan

Hai, Teman?

Suatu ketika di sebuah hutan rimba, seekor rusa datang kepada seekor macan dan berkata, “Hei macan! Kamu tak lagi menjadi Raja Hutan. Sekarang akulah Raja Hutan!” seru rusa.

Sudah barang tentu macan tak percaya dan mejawab enteng, “Apa buktinya?” tanggap macan.

Dengan santai pula rusa berucap, “Lihat saja, semua penduduk hutan akan menunduk hormat ketika melihatku!”

“Oke, ayo buktikan!” tantang macan.

“Baiklah, ikuti aku dan lihat.” ajak rusa.

Maka siang itu rusa dan macan berjalan-jalan keliling hutan. Rusa berjalan dengan (bergaya) pongah dan dagunya sedikit diangkat, sementara macan mengikutinya dari belakang. Perlahan-lahan mereka berdua  membelah hutan. Lalu di bawah sebuah pohon sedang berteduh seekor ular. Ular itu melihat ada macan Sang Raja Hutan, spontan ular tersebut pun menundukkan kepalanya melihat macan tersebut. Melihat hal itu, rusa pun berkata:

“Lihatlah itu wahai, macan! Ular itu menunduk ketika aku lewat.”

Macan tak percaya, dia diam saja menyembunyikan gundah di hatinya. Dia tentu tak rela posisinya sebagai raja diganggu gugat. Mereka pun terus berjalan. “Ayo!” seru rusa. Macan mengekor.

Tak lama setelah itu, mereka melewati sekawanan zebra, dan Teman, tentu kamu sudah tahu apa yang terjadi ketika para zebra melihat Sang Raja lewat, yakni macan. Kawan zebra itu pun menundukkan kepala mereka. Rusa pun berujar:

“Tuh, lihat kan?” rusa makin besar kepalanya. Macan makin gusar dan mengencangkan gerahammnya tanda tak percaya.

Mereka terus berjalan dan begitu seterusnya hingga mereka menemui seluruh penghuni hutan dan semuannya pun tunduk ketika melihat macan yang berjalan di belakang rusa.

“Sekarang bagaimana, Can? Apa yang ingin kamu katakan?”

“Iya, iya, aku mengaku, sekarang kamulah Sang Raja Hutan.”

Kena deh sih macan. Hihihi.

Teman, sering dalam kehidupan, kita harus menemukan macan untuk kita jadikan teman. Ingat pepatah, “Jika ingin harum, bertemanlah dengan penjual minyak wangi.” Nah, dalam bisnis, macan itu adalah orang-orang yang ‘potensial’. Kamu bisa mengartikan apapun kata potensial di sini. Orang kayakah, orang jeniuskah, orang berbakatkah, orang yang memiliki kekuasaankah, intinya, berteman dengan para ‘macan’ ini membuat kamu dihormati dan mendapatkan banyak keuntungan.

Ingat, berteman bukan berarti menjilat. Perbaiki niatmu. Katakan dalam hati: “Saya ingin belajar dari mereka.” datangi mereka, dan ambillah pelajaran yang banyak dari mereka.

Menyaksikan kehebatan (baca: ‘kemacanan’) mereka, tentu sudah memberi banyak inspirasi. Tapi akan jauh lebih terasa kemacanan tersebut jika kita belajar langsung dari macan. Belum belum terjadi Transfer of Knowledge, kita sudah tertular semangatnya, Transfer of Spirit.

Akan saya kutip sebuah kalimat dari seorang guru: “Bertemanlah dengan siapa saja. Kaya, miskin, besar, kecil, semuanya. Tapi jangan kaya dan besar semuanya. Hal itu kan membuatmu lupa. Jangan pula berteman dengan orang kecil dan miskin saja, tandanya kamu pilih-pilih teman. Maunya hanya berteman dengan mereka. Bertemanlah dengan semuanya, dan rasakan betapa ajaibnya hal itu.”

Sudahkah kamu berteman dengan ‘macan’, Teman? 🙂

Bersambung…

=========================

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter: @arifigirisa)

 

Terima kasih telah berkunjung. Sebagai oleh-oleh, silahkan download 2 e-book gratis persembahan dari kami. Klik di sini:

Free download: E-book 7 Hari Jadi Juragan

Free download: E-book 5 Jurus Jitu Dongkrak Penjualan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s