Bertemanlah Dengan Macan (bagian 2) – Belajarlah Dari Macan Dan Berkolaborasi

Posted: 11 Juni 2014 in #NasihatGuruku, catatan riefu
Tag:, , ,

"Bertemanlah Dengan Macan"

“Bertemanlah Dengan Macan”

Teman, dalam tulisan saya Bertemanlah Dengan Macan (Bagian 1) kita sudah membahas tentang betapa pentingnya berteman dengan orang-orang yang berpengaruh dan memiliki ‘daya’. Dalam bukunya Makelar Rezeki, Kakek Jamil Azzaini mengibaratkan seorang perantara rezeki itu bagaikan gardu energi. Dengan menyambungkan energi kita ke energi yang jauh lebih besar, maka sedikit banyak kita kan mendapatkan tempias dari energi dari gardu yang lebih besar tersebut.

Beberapa dari kita, manusia, ada yang dijadikan Allah gardu-gardu energi besar (baca: kelebihan, baca lagi: macan). Nah, dari mereka, kita bisa berteman. Dari mereka kita bisa memperoleh manfaat, sehingga manfaat itu bisa kita sebarkan kepada orang lain.

Misalkan saja kita berkeinginan untuk menyantuni anak yatim piatu. Barang tentu kita membutuhkan sumber daya baik itu biaya dan tenaga. Untuk itu kita perlu menyambungkan energi yang kita miliki dengan daya yang lebih besar lagi yaitu dengan berkolaborasi dengan para ‘macan’ yang memiliki daya tersebut. Kita dapat mengajak orang-orang kaya yang juga berkepedulian sosial (yang seperti ini buanyak sekali) dan meminta bantuan mereka.

Berkolaborasi dengan mereka, dapat memberi hasil yang jauh lebih besar dan jauh lebih dahsyat. Lompatan-lompatan hasil yang kita inginkan juga jauh lebih ajaib.

Bertemanlah dengan para macan tersebut. Cari mereka (dengan sengaja). Kita bisa mengatakan: “Saya sangat mengagumi Bapak, dan saya ingin belajar dari Anda.” atau sejenisnya. Katakanlah dengan tulus dan sungguh-sungguh. Bukan hanya ‘seolah-olah’ lalu kita terlihat seperti ingin menjilat. Slurp..! Hihihi.

Ah, kok jadi ngawur begini.

Pokoke, berteman dengan para macan, akan ya, you knowlah, begitu, apaan-sih-ini, pokoknya.😀

Makin ngawur. Maaf, maaf, maaf. *benerinkerahbaju*

Teman, izinkan saya mengutip kalimat dari seorang guru fisika saya semasa SMA:

“Untuk mendorong batu kecil, tinggal ambil dan lemparkan saja. Semakin besar massanya, semakin besar pula energi yang kita butuhkan untuk menggerakkan batu itu. Tentu jika menggunakan energi atau gaya yang kita miliki akan makin kesulitan. Yang kita butuhkan adalah pengungkit. Dalam hidup pun seperti itu. Jika sesuatu makin sulit, jangan kerjakan makin keras, tapi kerjalah dengan makin cerdas. Carilah teman, berkolaborasilah dengan mereka, niscaya kesulitan itu seketika berubah jadi kemudahan.”

=========================

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter: @arifigirisa)

 

Terima kasih telah berkunjung. Sebagai oleh-oleh, silahkan download 2 e-book gratis persembahan dari kami. Klik di sini:

Free download: E-book 7 Hari Jadi Juragan

Free download: E-book 5 Jurus Jitu Dongkrak Penjualan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s