Bulan Yang Dibenci Setan

Posted: 28 Juni 2014 in artikelku

Pulang Kampung Aja, Tan!

Pulang Kampung Aja, Tan!

Romadhon namanya. Tidak lebih dari 30 hari lamanya. Sungguh mulia kedudukannya. Amat banyak keutamaannya. Bulan yang dikatakan bahwa ketika itu pintu-pintu surga terbuka lebar dan setan-setan dibelenggu.

Coba kita renungkan lagi dua kalimat penting di atas.

1. Pintu-pintu surga terbuka lebar

2. Setan-setan dibelenggu.

Benarkah begitu?

Oke, kita coba kupas satu-satu. Hihihi. Kayak buah aja dikupas. Kita tidak akan membahas tentang dalil atau semacamnya. Banyak Teman pembaca yang lebih pinter. Saya harus banyak belajar tentang yang satu itu. Saya akan menarasikan tentang kegiatan ramadhan yang membuat dua pernyataan di atas menjadi “make sense” atau masuk akal.

Ramadhan bagaimana tidak menjadi terbuka pintu-pintu surga. Setiap amalan baik dinilai ibadah. Segala amalan sunnah diganjar dengan pahala wajib, dan apalagi pahala amalan wajib, diganjar jauh lebih besar lagi. Kerja jadi ibadah, makan (pada waktu sahur dan berbuka) jadi pahala, bahkan tidur pun dinilai sebagai ibadah.

Ramadhan kayak sebuah instansi yang dipenuhi dengan pungli (pungutan liar). Kita adalah pejabat-pejabat di dalamnya, dan Allah adalah customernya. Hihihi. Istilahnya jahat ya? 😀 Gerak dikit, eh dibayar. Gerak dikit, eh dapat pahala. Bahkan diam aja, ‘digaji’ dengan pahala oleh Allah.

Belum lagi, berbagai macam jaminan Allah seperti barangsiapa yang bahagia menyambut ramadhan, barang siapa yang menghidupkan malam-malam ramadhan, dan sebagainya, akan dihapuskan seluruh dosa-dosanya yang telah lalu yang pernah dikerjakan. Wuih! Segeeeerrr…

Tambah lagi, ada satu malam di dalam ramadhan yang kemuliaan malam itu bagaikan beribada selama 1000 bulan. Weleh-weleh.. itu kan sama seperti lebih dari 83 tahun beribadah. Yaitu Lailatul Qodar.

Pantas saja pintu-pintu surga terbuka lebar. Salah satu maknanya itu toh.

Kemudian, setan-setan dibelenggu. Coba kita perhatikan. Baru bangun dari tidur, langsung sibuk beribadah. Ada yang menyempatkan menambah amalan Qiyamul Lail (Bangun malam untuk beribadah). Qiyamul Lail boleh ibadah apa saja, tidak harus terpaku pada sholat. Walaupun sholat lebih afdhol. Beberapa orang men-skip step barusan. Next!

Sahur. Ibadah lagi. Next! Sholat subuh. Ibadah lagi. Next! Baca Quran. Ibadah lagi. Next! Ada yang ketiduran (Hihihi), ada yang lanjut bekerja. Keduanya, ibadah lagi.

Sampai sini, setan sudah dibatasi gerak-geriknya. Baru mau menggoda, eh, sudah ada kegiatan. Ingat, jika diri kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka maksiatlah yang akan menyibukkan kita.

Lanjooot! Matahari agak naik, sholat dhuha. Ibadah tentunya. Kemudian bekerja, istirahat diisi dengan mengaji Quran, lanjut dengan sholat zuhur. Ibadah lagi. Ada yang tidur, ada yang lanjut kerja. Lalu tiba ashar, tidak lama bersiap maghrib, eh tidak lama berbuka deh. Belum lama istirahat sebentar, mungkin diisi dengan baca Quran, eh udah isya’. Lanjut tarowih. Lalu? Tidur dah. Kembali ke siklus awal.

Setan kewalahan mencari-cari celah. Setan dibelenggu gerak-geriknya. Lagi pula “setan-setan” kan bukan berarti “semua setan”. Makanya ada saja walau ramadhan orang-orang tergoda dan lalai dalam beribadah, bahkan bermaksiat. Kalau memang manusianya itu sendiri setan gimana? Hihihi.

Nah, Teman, jadi kalau orang-orang tua kita berkata “jangan takut lewat kubur pas bulan puasa. Kan setan-setannya lagi dibelenggu” kamu sekarang sudah bisa memastikan itu cuma… *ahsudahlah…

Oke, Teman, selamat berburu pahala di bulan yang penuh berrkah ini.

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s