Hati-Hati Dengan Perkataan Sendiri, Kontrol Emosimu

Posted: 4 Juli 2014 in #NasihatGuruku
Tag:

Sering kita menyalahkan orang lain, dan itu mudah sekali. Meng-orang-lain-kan kesalahan diri sendiri pun lebih mudah dari itu. Ibarat kata sebuah pepatah, “Kuman di seberang nampak, gajah di pelupuk mata tidak nampak.” Walau kalau dipikir-pikir, emang kalau gajah ada di pelupuk mata ketutupan ya? Pantasan aja gak keliatan. Gelap. Ah, sudahlah, pokoknya gitu. Kita sering tidak melihat kesalahan diri sendiri, tapi lebih senang melihat kesalahan orang lain.

Kadang kala, kita bisa terkena bahaya menyalahkan orang lain dan termakan omongan kita sendiri. Seperti kisah berikut.
Konon, di sebuah kelas di perguruan tinggi, seorang dosen sedang marah-marah tidak jelas, mungkin kecewa dengan para mahasiswanya yang tidak becus dalam memahami materi perkuliahan.

“Saya kecewa dengan kalian semua!” bentak Dosen tersebut.

“……..” para mahasiswa tak bisa berkata apapun. Hening. Semua menundukkan kepalanya.

“Sekarang, coba berdiri siapa yang merasa dirinya BODOH? Cepat sekarang! BERDIRI!” Dosen tersebut manatap mahasiswanya nanap. Melotot.

Kelas terus hening dan tak ada yang berani menyela Dosen yang sedang marah-marah itu.

Tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang berdiri dari tempat duduknya. Melihat hal itu Dosen tersebut langsung bereaksi.

“Kamu! Kenapa kamu berdiri hah?!” Bentak dosen tersebut, “Apa kamu merasa diri kamu bodoh? Hah?” Dosen naik pitam.

“Bukan begitu, Pak, saya hanya tidak tega melihat bapak BERDIRI sendirian saja.”

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s