[Tips] 4 Kriteria Memilih Pemimpin

Posted: 9 Juli 2014 in #NasihatGuruku
Tag:,

Hari ini, Rabu 9 Juli 2014, rakyat Indonesia sedang (akan) melaksanakan sebuah hajatan besar yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Ada yang mengait-ngaitkan bahwa keturunan baik menjadi patokan, sehingga yang dari keturunan tidak baik, tidak pantas dipilih. Ada juga yang berceloteh bahwa calon yang ini orangnya ganteng dan pantas dipilih, padahal kegantengan bukan kriteria untuk memilih pemimpin. Kalau pemilihan calon suami sih boleh saja ganteng. 🙂

Ada juga yang menilai dari hartanya. -_- persis kriteria memilih calon suami ya? Harus Ganteng, Kaya dan dari keluarga yang baik-baik. Padahal Nabi kita mencontohkan bahwa dalam memilih pemimpin harus ada 4 kriteria yang kita lihat dan pertimbangkan. Yaitu, Siddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh. Mari kita tengok satu persatu:

Pertama, Siddiq yang artinya dapat dipercaya. Seorang pemimpin tentunya harus dapat dipercaya oleh rakyatnya. Bertanggung jawab dalam perkataannya, dan memelihara integritasnya.

Kedua, Amanah yang artinya jujur. Sudah barang tentu seorang pemimpin harus jujur dalam perkataan dan perbuatannya. Memegang penuh amanah yang diembannya. Mungkin beberapa menganggap agak rancu di sini perihal jujur itu samadengan amanah. Padahal, memang pada dasarnya jika seorang itu amanah, pasti ia jujur dan begitu sebaliknya. 🙂

Ketiga, Fathonah yang artinya cerdas. Cerdas yang kita bicarakan di sini mencakup banyak aspek. Dua di antaranya adalah memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

Keempat, Tabligh yang artinya menyampaikan. Bisa diartikan banyak hal. Kita bisa menerjemahkan sebagai sikap ‘mengingatkan’ di saat rakyatnya terlupa, atau bisa juga poin pentingnya adalah transparansi. Ya, keterbukaan.

Pokoknya gitu deh, agak ribet. Hihihi. Intinya adalah, pilihlah dengan bijak dan cerdas karena akan menentukan bagaimana Indonesia kita, agama islam kita, bukan hanya 5 tahun ke depan, tapi lebih jauh lagi.

Izinkan saya mengutip perkataan guru saya, “Memang tidak ada orang yang dilahirkan dengan bakat menjadi Presiden. Namun kita dapat melihat indikatornya. Jika kamu tak menemukan pilihan yang baik dari banyak pilihan, pilihlah yang paling sedikit keburukannya. Kalau tidak ada keburukan yang dapat dipertimbangkan, maka timbanglah keburukan yang akan terjadi jika memilihnya, lalu pilihlah yang paling sedikit.”

Arif Rahman Hamid Igirisa, Ph.E.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s