Ketika Mas Gagah Dicubit Pipinya

Posted: 2 Februari 2016 in #NasihatGuruku, artikelku, catatan harian, catatan riefu

Kenapa judulnya seperti di atas?

Berawal ketika saya diundang teman buat nonton film Ketika Mas Gagah Pergi alias KMGP yang katanya kali ini special karena akan dihadiri oleh pemeran utamanya langsung: Hamas Syahid Izzuddin. Saya pun mengiyakan ajakan tersebut.

Filmnya, sejujurnya saya tidak begitu suka. Mungkin karena saya memang kurang menikmati menonton di bioskop, atau bisa jadi karena memang saya tidak terlalu menggemari film Indonesia. Saya hanya menikmati kebersamaan berkumpul bersama teman-teman.

Saya pribadi salut kepada Mamas, nama akrab Hamas Syahid Izzuddin, karena ia betul-betul menjaga adegan interaksi dengan lawan jenis. Kalau kamu menonton filmnya, tidak satupun adegan di mana Mas Gagah ini bersentuhan dengan lawan jenis. Bahkan dengan adiknya sendiri yang bernama Gita di film tersebut.

Gita oleh Aquino Umar

Gita oleh Aquino Umar

Mas Gagah Oleh Hamas

Mas Gagah Oleh Hamas

Oke, cukup tentang filmnya. Kalau kamu ingin nonton, dan ingin merasakan sensasi baper ketika Mas Gagah yang ganteng itu memanggil adiknya dengan panggilan “Dek Manis,” kamu boleh ke bisokop-bioskop terdekat di kotamu.

Siang itu saya duduk di barisan kursi E, dan biasa-biasa saja. Namun semua itu berubah ketika Mas Gagah yang asli menyerang. Ia memasuki studio bioskop dan ‘menyerang’ tatapan para gadis di seluruh ruangan bioskop. Seketika itu mereka berteriak histeris. Kyaaaaa…. Kyaaa… guanteng buanget… begitu pekik mereka.

Ada yang mengganggu pikiran saya. “Kok bisa akhwat-akhwat jilbab lebar itu bisa histeris seperti itu?” Saya jadi jijik melihatnya.

Kasihan Mamas. Jadi fitnah bagi banyak perempuan. Mohon maaf, bukan saya iri. Saya tidak merasa seperti itu. Hanya saja aneh melihat tingkah para gadis-gadis belia, tepatnya muslimah-muslimah muda, histeris lupa diri seperti barusan.

Yang lebih mengejutkan saya adalah ketika filmnya selesai, Mamas dan tim KGMP yang nonton bareng kami bergegas keluar. Para akhwat itu berebut keluar juga mengejar Mas Gagah yang ganteng itu. Saya, jangan tanya. Tidak mungkin saya mengejar Mamas dan berkata, “Wah, gantengnyaaa..!” atau berebut minta tanda tangan. Hm..

Ketika di luar, saya melihat Mamas alias Mas Gagah dikerubungi cewek-cewek berjilbab lebar. Rata-rata masih muda, anak sekolahan, masih imut, dan mungkin bau ketek karena baru pulang sekolah. Saya shock ketika melihat Mamas pipinya dicubit beberapa dari mereka. Aw! Pasti sakit. Saya yakin juga Mamas merasa tidak nyaman.

Beberapa saat kemudian ia diselamatkan para security (mungkin) mengawal di ke sebuah ruangan khusus. Tapi hal tersebut tidak mengurungkan niat para gadis yang menggila tadi. Mereka menunggu di depan pintu.

Saya pun pulang.

Udah.

Tamat. 🙂

Hehehe.

With Love.

Arif Rahman Igirisa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s