10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Ketika Public Speaking

Posted: 10 Mei 2016 in #NasihatGuruku
Tag:, , , , , , , , ,

Public Speaking Mastery 2016

Seringkali beberapa, ah mungkin banyak pembicara pemula atau presenter yang masih baru melakukan banyak kesalahan dalam berbicara di depan umum.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh melakukan kesalahan. Kesalahan itu perlu agar kamu belajar dari kesalahan itu. Dan pelajaran setelahnya, itulah pelajaran yang paling berharga.
Oke, inilah 10 kesalahan yang sering dilakukan ketika public speaking yang harus kamu hindari agar kamu menjadi presenter yang lebih baik:

1. Menggunakan GERAKAN yang sedikit
Kebanyakan pembicara pemula takut untuk melakukan gerakan yang leluasa. Mereka seolah terpaku pada beberapa titik dan gerakan. Cobalah untuk lebih leluasa lagi.
2. Berbicara dengan “low energy”
Sebenarnya, ini bukan hanya masalah pada pembicara-pembicara pemula. 80%-90% pembicara yang saya temui, meski sudah mahir tetap saja melakukannya. Akan tetapi hal ini menyebabkan prersentasi kamu menjadi kurang bersemangat dan berakibat terhadap audiens yang kurang antusias. Cobalah untuk bersemangat dan melantangkan suara ketika berbicara.
3. Not Preparing Enough
Slide yang belum jadi, pointer yang belum terpasang, kabel longgar, soundsistem yang buruk, semua itu bisa menjadi perusak suasana dan menurunkan kredibilitas kita sebagai presenter. Periksalah terlebih dahulu. Persiapkan presentasi kamu dengan matang. Periksa juga apakah di gigi kamu masih ada cabe atau tidak. Periksa penampilanmu. Intinya, cukupkan persiapan dan jangan tergesa-gesa karena dengan begitu, you’ll be a better public speaker.
4. Not Practicing Enough
Lupa di tengah presentasi? Owh.. ya ampun. Itu sungguh tidak profesional kelihatannya. Kurang berlatih dalam menyampaikan presentasi adalah
“biggest mistakes ever” yang pernah dilakukan oleh seorang presenter. Latihlah dan kuasai materimu. Kalau perlu, latih juga koreografi yang akan kamu lakukan. Di mana kamu akan berjalan, dan seperti apa gerakan nanti. Tingkatkan kemampuan kamu dalam mengingat materi yang akan kamu sampaikan. Intinya, berlatihlah sebelum kamu tampil.
5. Data centric Presentation
Presentasi yang terlalu berfokus pada data, tabel, dan hal-hal teknis lainnya merupakan presentasi yang membosankan karena kebanyakan audiens tidak mengerti dengan data yang kita sajikan. Sederhanakanlah informasi yang akan kita berikan.
Mungkin kamu akan menjelaskan tentang sistem imun kepada teman-temanmu. Kamu mungkin menyebut impuls yang disampaikan kepada inti sel dan di dalamnya terdapat DNA yang kemudian ribosom bla.. bla.. bla.. tidak semua orang mengerti. Cobalah menyederhanakannya dalam bahasa yang bisa dimengerti banyak orang.
Daripada mengatakan data, katakanlah sebuah cerita. Ini akan menggugah dan orang akan mengerti maksud dari data tersebut.
Daripada mengatakan sebuah peristiwa yang detail dan memiliki istilah yang rumit, cobalah menggunakan analogi. Bukankah AlQuran juga melakukannya?🙂

6. Playing It Safe

Kebanyakan pembicara pemula menghindari resiko dan bermain aman di zona nyaman mereka. Padahal, mereka kurang sadar bahwa “Menghindari resiko adalah juga beresiko”. Bukan apa-apa, hanya saja jika konten kita terlalu biasa atau mungkin delivery kita terlalu ‘aman’, kemungkinan besar presentasi kita akan membosankan padahal kemampuan terbesar seorang speaker adalah ‘mencuri’ perhatian audiens. Sekarang apakah kamu masih mau menghindari resiko?🙂

7. Avoiding Vulnerability
Membaca judulnya saja, itupun kalau kamu mengerti bahasa inggris :p , tentu kamu sudah paham maknanya. Kebanyakan presenter pemula akan menghindari ketidaksempurnaan dirinya dalam berbicara. Ia akan tampil sebagai “perfect-man”. Padahal, kamu dapat menceritakan ‘kekurangan’ kamu kepada audiens. Misalkan saja ketika dulu kamu pernah melakukan hal-hal bodoh di saat tertentu. Ini akan mengesankan bahwa pembicara adalah juga seorang manusia.
Kecenderungan manusia mendorong sebuah kekurangan merupakan kuncinya. Mungkin kamu akan nampak berkilau di mata audiens ketika kamu mengaku sempurna. Mereka akan terpukau dengan sangat. Akan tetapi itu hanya menyentuh otak mereka sementara. Tapi tidak dengan hati mereka.
Saya sendiri dan banyak presenter mahir lainnya sering mengakui kebodohan saya di masa lalu. Dan itu justru mengundang tawa dan dapat mencuri perhatian audiens. Selebihnya, kita justru akan memperoleh hadiah simpati dari audiens kita. Dont try to much avoiding vulverability.🙂
8. Terlalu Serius
Meski harus professional tak berarti kamu harus menjadi bukan diri kamu sendiri di atas panggung. Jadilah diri sendiri, dan rileks. Kadang audiens, ah bukan kadang, sering sekali audiens akan tahu dengan sendiri ketika kita sebagai presenter tidak nyaman dengan diri kita sendiri. Kita menggunakan bahasa yang kita tidak biasa dengannya, kita berfokus pada hafalan yang tidak kita mengerti artinya, dan tidak jarang yang terjadi malah kita menjadi gugup sejadi-jadinya.
Lagi pula terlalu serius akan menyebabkan kesan horror dalam presentasi kamu. Hihihi. ^_^
9. Terlalu banyak yang disampaikan

Memang, akan lebih baik jika semakin banyak yang disampaikan. Akan semakin banyak yang diajarkan dan dipelajari. Namun jika itu terjadi dalam satu waktu, ini justru menjadi tidak baik dan menjenuhkan pikiran.

Fokuslah pada beberapa gagasan yang akan kamu sampaikan. Katakanlah dengan cara yang elegan dan efektif sehingga tidak begitu banyak menghabiskan waktu. Beberapa pembicara kelas dunia yang saya kenal seringkali hanya menyampaikan paling banyak 3 hal dalam presentasinya yang menghabiskan 80% dari waktunya. Hal ini menyebabkan fokus dan audiens dapat mengingat dengan mudah apa saja yang disampaikan.

10. Rushed
Terburu-buru dalam berbicara adalah hal yang sangat tidak baik dalam presentasi. Terlalu pelan juga tidak baik. Tetapi jika kamu terlalu cepat dalam berbicara, audiens tidak akan mendengarkan kamu dengan baik. Jatuh-jatuhnya kamu terdengar seperti berkumur-kumur di atas panggung. Cobalah perlahan-lahan menyampaikan sebuah materi, kamu justru akant terlihat lebih anggun dan berpengalaman dalam menyampaikan konten tersebut.
Cobalah untuk memberi beberapa jeda. Memberi jeda yang sedikit lebih banyak bermanfaat untuk:
a. meningkatkan persepsi audiens terhadap perasaan yang kamu coba ceritakan.
b. memberikan efek yang lebih besar ketika kamu menyampaikan sebuah point.
c. memberikan kamu sendiri waktu untuk menenangkan diri dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam presentasi kamu.
Intinya: s-l-o-w-d-o-w-n-b-a-b-y. ^_^

Itulah kesepuluh kesalahan dalam public speaking dan beberapa tips buat kamu. Semoga bermanfaat ya.🙂 Jika ada pertanyaan kamu bisa membalas email ini, atau dapat mengontak di sini:

FB: Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

Twitter: @arifigirisa
Kamu juga bisa mengunjungi blog saya untuk artikel-artikel menarik lainnya: #NasihatGuruku enjoy it.🙂
With Love.
Arif Rahman Igirisa.🙂
Komentar
  1. vibrilaberliana@gmail.com mengatakan:

    now, i knoww😀

  2. […] 10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Ketika Public Speaking […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s