Bagaimana Caranya Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Public Speaking

Posted: 9 Juni 2016 in #NasihatGuruku, artikelku, catatan riefu
Tag:

Menjawab Pertanyaan Sulit

Seringkali ketika public speaking ada sesi tanya jawab yang di mana audiens diberikan kesempatan untuk bertanya perlihal sesuatu yang kita sampaikan. Namun kadangkala ada audiens yang begitu kritis dan bertanya sesuatu yang kita ‘agak sulit’ menjawabnya.

Mungkin sesuatu itu kita tahu tau ribet mengungkapkannya, untuk kasus ini jelaskanlah sesingkat mungkin. Janganlah panik. Itu kuncinya.

Namun adakalanya audiens bertanya jauh di luar kemampuan kita menjawab atau kebanyakan dari pertanyaannya OOT (Out of topic). Nah bagaimana cara menghadapinya? Ini dia, tips menghadapi pertanyaan sulit ketika public speaking.

1. Ulangi pertanyaannya.

Kamu boleh mengulang pertanyaan yang ia lontarkan. Kalau kamu perhatikan beberapa penceramah, public speaker, sering melakukan hal ini.

Mengulangi pertanyaan akan memberikan kamu kesempatan untuk berfikir dan bermanfaat untuk menghindari kepanikan karena pertanyaan sulit tersebut. Bisa jadi kita bisa menjawab pertanyaan itu dengan baik, hanya saja kepanikan mengubah segalanya menjadi lebih buruk.

Kalau kamu perhatikan, Dr. Zakir Naik di setiap ceramahnya ‘terbiasa’ mengulang pertanyaan dari audiensnya. Kenapa? Hal ini di samping memberi dia waktu untuk merangkai jawaban di otaknya, ini akan ‘menyamarkan’ mana pertanyaan yang ia kuasai jawabannya dan tidak kuasai jawabannya.

Cobalah mengulang pertanyaan audiens.

2. Minta audiens lain untuk bertepuk tangan kepada penanya.

Selain memberi kamu waktu untuk berpikir, ingat bahwa sebagian besar dari audiens itu “negatif” terhadap kamu. Kecuali kamu punya otoritas, sudah barang tentu kamu akan didengarkan. Namun tidak dengan kamu. Audiens bertanya kebanyakan ingin agar pertanyaannya itu tidak bisa kamu jawab. Karenanya dia memberimu pertanyaan yang sulit dan sedikit ngawur.

Namun kita harus menghargai pertanyaan apapun yang diberikan oleh audiens. Mintalah audiens lainnya untuk bertepuk tangan untuknya. “Pertanyaan yang bagus sekali! Beri tepuk tangan untuk (sebut namanya, kalau dia memperkenalkan diri sebelumnya).” It’s a Trik!

Dengan memberikan tepuk tangan kepada dia, penanya akan merasa dihargai dan cenderung ‘melunak’ ketika pertanyaanya dijawab dengan tidak memuaskan. Namun sekali lagi, kamu harus betul-betul berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.

3. Katakan Bahwa Pertanyaan dia sulit dan akan butuh waktu yang panjang untuk menjawabnya

Tenang saja, ini tidak akan menurunkan wibawamu sebagai speaker. Pujilah dia bahwa pertanyaan ini sulit sekaligus sangat bagus karena dia memperhatikan materi dengan baik.

Namun jika kamu betul-betul tidak tahu jawabannya, kamu bisa “ngeles” dengan berkata misalkan: “Wah pertanyaan yang sangat bagus, Saudara Penanya (Sebut Nama jika perlu). Pertanyaan ini berkaitan dengan topik yang lebih luas lagi dan akan sulit menjawab dengan waktu yang sangat singkat ini. Namun saya akan memberi gambaran… bla.. bla.. bla…”

Intinya, katakanlah bahwa waktu tidak memungkinkan untuk menyelesaikan jawabannya (padahal kita memang belum bisa menjawabnya atau tidak tahu).

4. Minta audiens lain menjawabnya.

Lempar pertanyaan tersebut kepada audiens lain. Kita bisa berkata: “Nah,  saudara kita ini bertanya bahwa (ini pertanyaannya), nah menurut teman-teman audiens di sini bla.. bla bla.”

Nanti kamu akan mendapatkan jawaban yang bervariasi. Hargai mereka ketika mengangkat tangan. Jangan lupa beri applause yang sangat meriah karena sebenarnya mereka telah menjadi ‘penolong’ bagi kamu. 🙂

Berikutnya, kamu tinggal simpulkan jawaban audiens lain tersebut. Trik! ^_^

5. Ketika selesai menjawab, pastikan jangan bertanya: “Puas?”

Sesungguhnya tidak ada pertanyaan yang jawabannya memuaskan. Karena setiap jawaban akan melahirkan jawaban baru. Pastikan kamu tidak berkata: “Apakah saudara puas dengan jawaban barusan?” aih.. jangan pernah.

Pastikan juga moderator (jika ada) tidak mengatakan hal itu. Ini merupakan kesalahan yang fatal seorang public speaker. Katakanlah: “Semoga bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.” Udah. Tutup.

Penanya atau moderator (jika ada) berhak menyudahi pertanyaan atau melempar kesempatan untuk penannya lain bertanya. Jika kamu terfokus memuaskan seorang penanya, maka sesungguhnya kamu tidak memuaskan siapapun. Jawablah, dan akhiri dengan senyum. 🙂

 

Nah, itu dia beberapa tips menghadapi pertanyaan sulit. Masih banyak lagi trik yang lain yang akan kamu temui ketika praktek nanti. Namun, jika kamu punya pertanyaan silahkan balas email ini atau bisa mengontak lewat:

With Love.

Arif Rahman Igirisa.

Like juga fanpage saya di facebook: Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s