Posts Tagged ‘Matematika’

sedekah

Kalau memberi bakal menerima, lantas, kenapa banyak orang yang masih ragu? Kenapa kita masih sering berpikir bahwa memberi dapat mengurangi pundi-pundi harta kita?

Salah satu penyebabnya, karena kita masih berhitung menggunakan ‘matematika manusia’. Padahal ‘matematika Tuhan’ sangatlah berbeda.

Peribahasa “sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit” tidak selalu terbukti. Ketika kita kumpulkan harta kita sedikit demi sedikit, yang kita sangka harta kita semakin banyak. Tapi tak pernah kita rencanakan adanya sakit, musibah, yang justru mengurangi harta kita lebih cepat daripada yang kita kumpulkan. Peribahasa itu jadinya malah seperti ini: “Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bosan.” Hehe.

Rezeki seolah cara kerjanya berbeda dari yang kita sangka. Allah melapangkan rezeki bagi yang ia kehendaki, dan menyempitkannya bagi yang ia kehendaki.(Qs. 29:62)

Coba tengok, perintah berbagi dan mengeluarkan sebagian harta, baik itu berupa sedekah, infak, maupun zakat, menjadi bagian penting yang menunjuk pada implementasi keimanan.

Karena itu, coba perhatikan lebih dekat, dalam banyak ayat, Allah memerintahkan mendirikan sholat diiringi dengan perintah membayar zakat (periksa QS. 9:5,11,18; 24:37; 27:3). Dalam hal ini, sholat adalah ciri dari keshalehan ritual, yang digenapkan dengan zakat yang merupakan ciri keshalehan sosial.

Orang yang shaleh secara sosial ditujukkan dengan jiwa kedermawanannya, tak akan mengurangi miliknya sedikitpun. Apa yang disedekahkannya, justru akan tambah berlipat ganda, sebagaimana janji Allah swt:

ā€œPerumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.ā€ (Qs. Al-Baqoroh(2): 261)

Wallahu a’lam.

With Love.
Arif Rahman Igirisa.

 

 

Iklan

Dalam matematika,

  • bilangan positif (+) jika dikalikan dengan bilangan positif (+), maka hasilnya juga bilangan positif (+).
  • bilangan positif (+) jika dikalikan dengan bilangan negatif (-), maka hasilnya bilangan negatif (-).
  • bilangan negatif (-) jika dikalikan dengan bilangan positif (+), maka hasilnya bilangan negatif (-).
  • bilangan negatif (-) jika dikalikan dengna bilangan negatif (-), maka hasilnya bilangan positif (+)

Walau banyak yang keliru menyebutkan seperti ini: “Positif dikalikan positif hasilnya positif.” Padahal sebenarnya “positif” itu bukan angka yang bisa dioperasikan. Jadi seharusnya menambahkan kata “Bilangan” agar tidak keliru makna. Hihihi. *fokus lagi*

Nah, maknanya adalah jika sebuah kebaikan (+) dilakukan dengan baik (+) atau jadi dilakukan, maka hasilnya akan baik (+) juga.

Sementara jika kebaikan (+) dilakukan dengan tidak baik (-) atau tidak jadi dilakukan, maka hasilnya tidak akan baik (-).

Kemudian, jika keburukan (-) dilakukan dengan baik (-) atau sukses dilakukan, maka hasilnya tentu tidak baik. šŸ™‚

Nah, bagaimana dengan bilangan negatif jika dikalikan dengan bilangan negatif? Keburukan (-) jika tidak jadi dilakukan (-), sudah barang tentu hasilnya baik (+), kan? šŸ™‚

#Ajaib ya? šŸ˜€ hihihi.

Sekian. Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya?Ā Follow Twitter: @arifigirisa)

Di sunting dari forumsains

Dalam astronomi dan fisika, kita mengenal adanya suatu fenomena alam yang sangat menarik yaitu lubang hitam (black hole). Lubang hitam adalah suatu entitas yang memiliki medan gravitasi yang sangat kuat sehingga setiap benda yang telah jatuh di wilayah horizon peristiwa (daerah di sekitar inti lubang hitam), tidak akan bisa kabur lagi. Bahkan radiasi elektromagnetik seperti cahaya pun tidak dapat melarikan diri, akibatnya lubang hitam menjadi “tidak kelihatan”.

Ternyata, dalam matematika juga ada fenomena unik yang mirip dengan fenomena lubang hitam yaitu bilangan lubang hitam. Bagaimana sebenarnya bilangan lubang hitam itu? Mari kita bermain-main sebentar dengan angka. (lebih…)