Posts Tagged ‘motivasi’

42. Mountain

 
Apakah kamu mau tahu bagaimana caranya agar kamu dapat dengan sederhana dapat mengecawakan semua orang? Nah, cara paling mudah untuk membuat orang banyak kecewa adalah dengan menyenangkan semuanya.
 
Akan selalu ada orang yang tidak suka dengan keputusan yang kita ambil. Akan selalu juga ada yang mendukung.
 
Akan selalu ada orang yang tidak setuju dengan pendapat kita. Dan akan selalu saja ada yang sependapat. Semuanya normal and it’s ok.
 
Sehingga momen di mana kita ingin menyenangkan semuanya, saat itulah kita akan mengecewakan semuanya.
 
Kita tidak bisa menyenangkan semua pihak. Kita hanya cukup perlu berfokus pada prioritas kita. Siapa yang ingin kita senangkan? Orang tua? Keluarga? Pasangan? Mungkin. Siapapun boleh.
 
Contoh saja ketika ingin ada seorang kawan yang ingin hijrah. Misalkan saja ia ingin berhijab. Selalu ada yang mencibir dan selalu ada yang mendukung. Ada yang setuju dengan keputusannya, ada pula yang menolak. Everything is ok in this case.

(lebih…)

Iklan

Semua orang ingin meraih sesuatu. Tapi kebanyakan dari kita tidak mendapat apa yang kita inginkan. Penyebabnya bisa banyak hal. Salah satunya adalah kita TIDAK TAHU APA YANG INGIN KITA RAIH.

Ya, seperti perempuan, mohon maaf, mereka sering berkata “Terserah” dan laki-laki disuruh untuk menebak apa arti kata terserah itu. Misalkan saja kita tawari tentang pesanan makanan: Mie Bakso atau Nasi Goreng? “Terserah”, itu katanya. Oke, setelah kita pesan Mie Bakso misalkan, dia malah tidak suka.

Sebenarnya dia memang dari awal tidak suka dengan mie bakso ataupun nasi goreng. Hanya saja masalahnya, perempuan itu TIDAK TAHU APA YANG DIA SEBENARNYA INGINKAN. Makanya dia justru malah mendapatkan sesuatu yang dia tidak inginkan.

Begitu pula kita. Misalkan kita (lebih…)

Imlek

Kita seringkali mendengar perdebatan antara bolehkah mengucapkan “Selamat Tahun Baru”. Bermacam-macam kontroversinya. Mulai dari tahun baru masehi, tahun baru hijriah, dan kali ini tahun baru imlek. Normal.

Oke, mari kita lepaskan dahulu perbedaan itu. Mari kita coba memaknai tahun baru dengan cara yang sebenarnya, atau lebih tepatnya dengan cara yang seharusnya kita lakukan. Yakni: (lebih…)

Nah, kali ini kita berbicara tentang bagaimana manusia belajar.

Dengan memahami cara manusia belajar, kita bisa memaksimalkan potensi dalam kehidupan kita.

Kira-kira, dari ke empat cara belajar itu, favorit kamu yang mana? 🙂

Silahkan menonton videonya di bawah ini, cekidot. 🙂

Kamu pasti pernah mengalami atau merasakan hal ini:

  • merasa takut akan sesuatu
  • merasa malas untuk melakukan sesuatu
  • merasa ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan

Apakah pernah? Pernah dong. 🙂 Itu normal kok sebagai manusia. Saya juga sering mengalaminya. Dan dulu, sangat sulit bagi saya untuk mengatasinya. Itu dulu, sebelum saya tahu rahasianya.

Setelah tahu rahasianya, dengan sekejap saya dapat mengubah ketakutan saya menjadi keberanian, mengubah rasa malas menjadi bersemangat, dan mengubah keragu-raguan saya menjadi penuh dengan keputusan.

Nah, kalau kamu penasaran dengan rahasianya, silahkan tonton video buatan saya di bawah ini. Selamat menikmati ya. 🙂 Cekidot.

Bagaimana setelah menontonnya? Silahkan dipraktekkan ya, Teman. Moga bermanfaat buat kamu. Jangan lupa untuk dishare agar bermanfaat juga untuk sahabat-sahabat kamu. 🙂

With Love.

Arif Rahman Igirisa.

Assalaamu’alaikum, Teman.

Saya mohon maaf ya blog ini sudah jarang diupdate. Biasanya harian saya update, tapi kali ini sudah berbulan-bulan tidak lagi ada tulisan baru. Sekarang saya lebih sering aktif di youtube membuat vlog karena saya rasa lebih efektif dalam menebar manfaat.

Tak bisa saya pungkiri bahwa menulis di blog memiliki kenikmatan sendiri bagi kamu yang senang membaca. Saya juga senang membaca. Namun sepertinya video lebih menarik bagi sebagian orang. Mudah-mudahan saya terus diberi kekuatan untuk berbagi ilmu bersama kalian di sini. 🙂 Aamiiin.

Sedikit cerita tentang update blog, sejujurnya saya hampir tidak pernah mengupdate blog saya harian. Yang sebenarnya terjadi adalah… jren.. jren.. jreeenggg.. saya menulis beberapa tulisan dalam satu waktu lalu menjadwalkan tanggal terbitnya. Jadi misalkan saya menulis 10 buah tulisan dalam satu hari, kemudian menerbitkan tulisan itu satu buah tiap hari selama 10 hari. Gitu. Hehe.

Lanjut? Oke, karena kamu masih membacanya, kita lanjut!

Apa hubungan antara menebar manfaat dan gardu listrik? Sebenarnya (lebih…)

Di posting yang lalu kita telah belajar tentang mengubah gerakan. Sekarang kita lanjutkan ya, Teman.

2. Mengubah Pilihan Kata.

Dengan mengubah pilihan kata kita, sama artinya kita dengan sengaja mengubah arah dan kondisi kita. Misalkan kita punya masalah dan berkata, “Duh, saya bingung.” apa yang terjadi? Bingung? Iya, bingung! Karena otak kita akan merespon apa yang kita ucapkan. Lain halnya jika kita ganti kalimat itu dan berkata, “Wah, saya kekurangan informasi.” apa yang terjadi selanjutnya? Kita akan berusaha mencari informasi dan bertanya “Bagaimana caranya?” Dan akhirnya menemukan solusi dari masalah kita.

Marilah, Teman, kita coba adakan sedikit percobaan. Mari sama-sama ucapkan kata-kata berikut ini:

DENGKI, DENDAM, DONGKOL, SAKIT HATI!

Nah, apa yang Teman rasakan? Sakit hati! Bagus!

Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut ini:

BAHAGIA, SENANG, MENYENANGKAN, INDAH DIPANDANG. 🙂

Apa yang terasa? Apalagi kalau diucap sembari tersenyum. ^_^ Ternyata pilihan kata itu mengubah banyak hal.

Sebagai contoh saja:

  • Kata SUSAH diubah menjadi TIDAK MUDAH.
  • Kata MENDERITA diubah menjadi SEDANG DIUJI.
  • Kata MENGALAMI KERUGIAN diubah menjadi MENGELUARKAN ONGKOS BELAJAR
  • Dan lain sebagainya. Sip? 🙂

Jadi mulai sekarang cobalah mengganti pilihan kata yang buruk dengan pilihan kata yang baik ya, Teman.

Salam Ajaib, Teman.

Arif Rahman Igirisa, Ph.E.

"Bertemanlah denganku." -Macan

Hai, Teman?

Suatu ketika di sebuah hutan rimba, seekor rusa datang kepada seekor macan dan berkata, “Hei macan! Kamu tak lagi menjadi Raja Hutan. Sekarang akulah Raja Hutan!” seru rusa.

Sudah barang tentu macan tak percaya dan mejawab enteng, “Apa buktinya?” tanggap macan.

Dengan santai pula rusa berucap, “Lihat saja, semua penduduk hutan akan menunduk hormat ketika melihatku!”

“Oke, ayo buktikan!” tantang macan.

“Baiklah, ikuti aku dan lihat.” ajak rusa.

Maka siang itu rusa dan macan berjalan-jalan keliling hutan. Rusa berjalan dengan (bergaya) pongah dan dagunya sedikit diangkat, sementara macan mengikutinya dari belakang. Perlahan-lahan mereka berdua  membelah hutan. Lalu di bawah sebuah pohon sedang berteduh seekor ular. Ular itu melihat ada macan Sang Raja Hutan, spontan ular tersebut pun (lebih…)

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Teman, adakah orang yang membeli mobil baru, mahal, keren, lalu menyimpan sampah busuk di dalam bagasinya? Tentu saja tidak. Ia akan merapikannya serapi-rapinya, sebersih-bersihnya dan seindah mungkin. Ataukah jika mobil itu sebagai pengganti mobil yang lama yang sudah usang dan rusak misalkan, apakah ia akan mengisi mobil itu onderdil mobil yang lama? Tentu saja ia menginginkan mobil itu tetap bersih dari ‘kenangan lama’ mobil sebelumnya.

Dalam membangun hubungan, sudah sepantasnyalah kita tidak mencampuradukkan kenangan buruk di masa lalu dengan masa sekarang. Memang perlu, tapi tak usah berlarut-larut dalam hal itu karena akan menghalang-halangi potensi diri dan kebahagiaan yang ada di masa depan. Salah seorang teman saya pernah membuat syair mesra nan ajaib kepada suaminya:

“Duhai suamiku, masa lalumu adalah milikmu dan masa laluku adalah milikku. Tapi masa depan adalah milik kita berdua.”

Sudah barang tentu masa lalu menjadi pelajaran berharga di masa yang akan datang, tapi bukan untuk diratapi dan diungkit-ungkit kembali jika dirimu inginkan terkerahkannya seluruh potensi kebahagiaan yang ada.

Teringat sebuah pepatah lama yang terkenal bahwa seekor keledai tak akan terjerembab ke lubang yang sama dua kali. Mengapa? Ah, ini jawabannya mudah saja. Karena keledai itu jalan terus. Yang ia lakukan hanya terus berjalan dan tak lagi ‘kembali’ di lubang tadi. Barangkali, menurut saya, kalau ia kembali, bisa jadi ia terjerembab lagi. Namun, ia jalan terus.

Mari kita memaksimalkan segala potensi yang kita miliki. Cobalah cara ini, dan rasakan betapa #ajaib-nya hal ini. 🙂

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya @arifigirisa)

Senyum Mereka Menghangatkan Hatiku

Senyum Mereka Menghangatkan Hatiku

Teman, suatu ketika saya sedang lelah beraktifitas dan ketika kumelihat foto kedua orang tuaku yang sedang tersenyum ini maka seolah ada energi yang mengalir dalam pembuluh darah saya. Lalu sejurus kemudian seluruh penat dan capek itu menguap.

Untuk senyum merekalah kita bermujahadah selama ini, berusaha menggapai cita-cita agar mereka bangga. Cobalah, Teman, kamu pasang foto orang tuamu yang sedang tersenyum di lemari, dompet, wallpaper hp, wallpaper PC/laptop, dll. Lalu jangan lupa doakan selalu mereka.

Percayalah bagi kamu yang sedang jauh dari orang tua, maka itu adalah hal yang sangat ajaib. 🙂

Salam Ajaib!

Arif Rahman Igirisa, Ph.E. ( Ingin mengobrol dengan saya? Follow Twitter: @arifigirisa)

Tidak Berempati

Apakah Ini Dapat Disebut Berempati?

Dalam hidup kita memang harus sering berempati. Sederhananya empati itu adalah bisa mengerti orang lain sebelum kita minta dimengerti. Misalkan orang yang sakit, mereka paling senang jika kita jenguk dan doakan. Kita berempati pada mereka. Mungkin kita memiliki banyak kesibukan, tapi kita sebisa mungkin meluangkan waktu bagi mereka. Empati adalah salah satu langkah untuk sukses dalam bisnis. Cobalah dan lihat betapa ajaibnya hal itu.

Bicara tentang empati, teringat sebuah kisah tentang seorang suami yang mengomeli istrinya ketika sedang memasak.

“Eh itu apinya terlalu besar! Eh jangan diaduk-aduk dengan cepat begitu nanti gak mateng..!” dst.. dst.. dst…

“Tolong papa diam aja! Aku tahu kok caranya masak.” Sengit isterinya gak mau kalah.

“Hehe.. gak kok, Ma. Aku Cuma pengen mama merasakan bagaimana perasaanku ketika mama mengomel-omel Papa ketika nyetir. *peluk*”

Salam Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Ingin mengobrol denga saya? Follow twitter saya: @arifigirisa)

“Ada aku di sini, Teman. Jangan bersedih lagi.”

Pernah suatu ketika saya menemukan hari-hari paling depresi dalam hidup saya. Harus saya akui bahwa tidak setiap hari kita bahagia. Ada-ada saja hari-hari ‘berat’ yang harus kita alami. Katakanlah waktu itu saya di-bully teman-teman saya. Dikerjai, dihina, dan seterusnya. Sejujurnya saya pernah benar-benar mengalami hal ini. Oke lanjut. 🙂 Hari itu sampai 20 kali saya gituin. Kemudia saya berkata:

“Kalau saja (lebih…)

Mereka Sedang Berpura-pura Jadi Foto Model Panas (Hot Models Man)

Alhamdulillah kita masih diberi nikmat hidup hari ini. Di kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang LOA. Itu tuh, law of attractions, hukum tarik menarik, atau apalah. Hihihi. Pokoke deh. 😀

Singkatnya LOA itu apa yang kita pikirkan, itu yang cenderung akan terjadi. Misalkan kita punya rencana keluar rumah. Ceritanya ada acara di rumah teman. Tapi kita kuatir akan hujan, eh gak tahunya hujan beneran. Pokoknya gitu deh. Hehe.

Nah, saya ingin menceritakan tentang (lebih…)

Hari itu saya didatangi beberapa setan. Entahlah itu mimpi atau kenyataan, saya tak benar-benar yakin. Anggap saja seperti itu ceritanya. Mereka menanyakan banyak hal. Terus terang dari wajahnya, yang mengerikan itu, saya agak gemetaran sewaktu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Hingga tiba di sebuah pertanyaan yang (lebih…)