Posts Tagged ‘#NasihatGuruku’

42. Mountain

 
Apakah kamu mau tahu bagaimana caranya agar kamu dapat dengan sederhana dapat mengecawakan semua orang? Nah, cara paling mudah untuk membuat orang banyak kecewa adalah dengan menyenangkan semuanya.
 
Akan selalu ada orang yang tidak suka dengan keputusan yang kita ambil. Akan selalu juga ada yang mendukung.
 
Akan selalu ada orang yang tidak setuju dengan pendapat kita. Dan akan selalu saja ada yang sependapat. Semuanya normal and it’s ok.
 
Sehingga momen di mana kita ingin menyenangkan semuanya, saat itulah kita akan mengecewakan semuanya.
 
Kita tidak bisa menyenangkan semua pihak. Kita hanya cukup perlu berfokus pada prioritas kita. Siapa yang ingin kita senangkan? Orang tua? Keluarga? Pasangan? Mungkin. Siapapun boleh.
 
Contoh saja ketika ingin ada seorang kawan yang ingin hijrah. Misalkan saja ia ingin berhijab. Selalu ada yang mencibir dan selalu ada yang mendukung. Ada yang setuju dengan keputusannya, ada pula yang menolak. Everything is ok in this case.

(lebih…)

Iklan

Assalaamu’alaikum, Teman.

Saya mohon maaf ya blog ini sudah jarang diupdate. Biasanya harian saya update, tapi kali ini sudah berbulan-bulan tidak lagi ada tulisan baru. Sekarang saya lebih sering aktif di youtube membuat vlog karena saya rasa lebih efektif dalam menebar manfaat.

Tak bisa saya pungkiri bahwa menulis di blog memiliki kenikmatan sendiri bagi kamu yang senang membaca. Saya juga senang membaca. Namun sepertinya video lebih menarik bagi sebagian orang. Mudah-mudahan saya terus diberi kekuatan untuk berbagi ilmu bersama kalian di sini. 🙂 Aamiiin.

Sedikit cerita tentang update blog, sejujurnya saya hampir tidak pernah mengupdate blog saya harian. Yang sebenarnya terjadi adalah… jren.. jren.. jreeenggg.. saya menulis beberapa tulisan dalam satu waktu lalu menjadwalkan tanggal terbitnya. Jadi misalkan saya menulis 10 buah tulisan dalam satu hari, kemudian menerbitkan tulisan itu satu buah tiap hari selama 10 hari. Gitu. Hehe.

Lanjut? Oke, karena kamu masih membacanya, kita lanjut!

Apa hubungan antara menebar manfaat dan gardu listrik? Sebenarnya (lebih…)

Neraca Atau  Timbangan

Neraca Atau Timbangan

Menjadi hakim, sudah barang tentu adil adalah kriteria utama yang harus dimiliki olehnya. Ia harus dapat menimbang dengan benar sebuah keputusan. Saya teringat akan seorang bapak yang bercerita tentang istilah “Hakim Yaki” yang dalam bahasa Manado “yaki” itu berarti monyet. Berikut kisahnya.

Alkisah ada seekor monyet yang sedang menimbang pisang di sebuah neraca, persis neraca di zodiak libra. Hihihi. Ada beberapa pisang di sebelah kanan, ada juga beberapa pisang di sisi kiri. Monyet ini berpikir, bagaimana caranya agar neraca ini menjadi seimbang? Kemudian ia memutuskan untuk memakan sebuah pisang di sisi yang paling berat.

Namun, apa yang terjadi setelah itu? Sisi yang tadinya (lebih…)

"Bertemanlah denganku." -Macan

Hai, Teman?

Suatu ketika di sebuah hutan rimba, seekor rusa datang kepada seekor macan dan berkata, “Hei macan! Kamu tak lagi menjadi Raja Hutan. Sekarang akulah Raja Hutan!” seru rusa.

Sudah barang tentu macan tak percaya dan mejawab enteng, “Apa buktinya?” tanggap macan.

Dengan santai pula rusa berucap, “Lihat saja, semua penduduk hutan akan menunduk hormat ketika melihatku!”

“Oke, ayo buktikan!” tantang macan.

“Baiklah, ikuti aku dan lihat.” ajak rusa.

Maka siang itu rusa dan macan berjalan-jalan keliling hutan. Rusa berjalan dengan (bergaya) pongah dan dagunya sedikit diangkat, sementara macan mengikutinya dari belakang. Perlahan-lahan mereka berdua  membelah hutan. Lalu di bawah sebuah pohon sedang berteduh seekor ular. Ular itu melihat ada macan Sang Raja Hutan, spontan ular tersebut pun (lebih…)

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Keledai Takkan Terjatuh Di lubang yang sama

Teman, adakah orang yang membeli mobil baru, mahal, keren, lalu menyimpan sampah busuk di dalam bagasinya? Tentu saja tidak. Ia akan merapikannya serapi-rapinya, sebersih-bersihnya dan seindah mungkin. Ataukah jika mobil itu sebagai pengganti mobil yang lama yang sudah usang dan rusak misalkan, apakah ia akan mengisi mobil itu onderdil mobil yang lama? Tentu saja ia menginginkan mobil itu tetap bersih dari ‘kenangan lama’ mobil sebelumnya.

Dalam membangun hubungan, sudah sepantasnyalah kita tidak mencampuradukkan kenangan buruk di masa lalu dengan masa sekarang. Memang perlu, tapi tak usah berlarut-larut dalam hal itu karena akan menghalang-halangi potensi diri dan kebahagiaan yang ada di masa depan. Salah seorang teman saya pernah membuat syair mesra nan ajaib kepada suaminya:

“Duhai suamiku, masa lalumu adalah milikmu dan masa laluku adalah milikku. Tapi masa depan adalah milik kita berdua.”

Sudah barang tentu masa lalu menjadi pelajaran berharga di masa yang akan datang, tapi bukan untuk diratapi dan diungkit-ungkit kembali jika dirimu inginkan terkerahkannya seluruh potensi kebahagiaan yang ada.

Teringat sebuah pepatah lama yang terkenal bahwa seekor keledai tak akan terjerembab ke lubang yang sama dua kali. Mengapa? Ah, ini jawabannya mudah saja. Karena keledai itu jalan terus. Yang ia lakukan hanya terus berjalan dan tak lagi ‘kembali’ di lubang tadi. Barangkali, menurut saya, kalau ia kembali, bisa jadi ia terjerembab lagi. Namun, ia jalan terus.

Mari kita memaksimalkan segala potensi yang kita miliki. Cobalah cara ini, dan rasakan betapa #ajaib-nya hal ini. 🙂

Salam #Ajaib!

Arif Rahman Igirisa Ph.E. (Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya @arifigirisa)

Kunci

Kunci

Teman, guruku pernah berpesan kepadaku tentang rahasia agar pelajaran apapun bisa masuk. Beliau berkata bahwa ada tiga kunci agar semua pelajaran tersebut bisa masuk.

Pertama, cintai pelajarannya. Bisa dipastikan kalau sebuah pelajaran dibenci, ilmu yang dipelajari tidak akan masuk. Andaikata pun bisa dipahami, sungguh keberkahan ilmu di dalamnya kurang.

Kedua, cintai gurunya. Tentunya kita memiliki mata pelajaran, mata kuliah, atau materi apapun itu yang disenangi namun tak disenangi guru yang mengajarnya, sudah barang tentu pelajaran itu tidak akan masuk ke dalam kepala kita.

Ketiga, cintai diri sendiri. Ya, cintai diri kita sendiri. Adakah jika kita belajar keras, belajar setiap hari tak yang pintar adalah orang lain? Tentu tidak. Belajar yang rajin, itu adalah untuk diri sendiri.

Untuk yang ketiga, diumpakan kita mandi. Apakah tujuan mandi? Agar orang-orang dapat nyaman dengan kita, agar penampilan menarik orang lain, dan seterusnya. Tapi pada hakikatnya ketika kita mandi adalah untuk kebersihan diri sendiri, untuk kesehatan diri kita sendiri. Toh pada akhirnya orang-orang dapat merasakan akibatnya. 🙂

Nah, Teman, ingatlah tiga pesan itu. Itu adalah nasihat dari guruku.

Salam #Ajaib!

Ingin mengobrol dengan saya? Follow @arifigirisa

Arif Rahman Igirisa, Ph.E.