42. Mountain

 
Apakah kamu mau tahu bagaimana caranya agar kamu dapat dengan sederhana dapat mengecawakan semua orang? Nah, cara paling mudah untuk membuat orang banyak kecewa adalah dengan menyenangkan semuanya.
 
Akan selalu ada orang yang tidak suka dengan keputusan yang kita ambil. Akan selalu juga ada yang mendukung.
 
Akan selalu ada orang yang tidak setuju dengan pendapat kita. Dan akan selalu saja ada yang sependapat. Semuanya normal and it’s ok.
 
Sehingga momen di mana kita ingin menyenangkan semuanya, saat itulah kita akan mengecewakan semuanya.
 
Kita tidak bisa menyenangkan semua pihak. Kita hanya cukup perlu berfokus pada prioritas kita. Siapa yang ingin kita senangkan? Orang tua? Keluarga? Pasangan? Mungkin. Siapapun boleh.
 
Contoh saja ketika ingin ada seorang kawan yang ingin hijrah. Misalkan saja ia ingin berhijab. Selalu ada yang mencibir dan selalu ada yang mendukung. Ada yang setuju dengan keputusannya, ada pula yang menolak. Everything is ok in this case.

Baca entri selengkapnya »

Masjidil Haram

Banyak yang suka travelling tapi lupa menempatkan kota ini sebagai tujuan utama mereka.

Banyak yang mengaku muslim tapi lupa memantaskan diri untuk menuju ke sana.

Katanya selalu “Haji diwajibkan jika mampu”. Lah? Berdoa tidak mampu? Jangan dong.

Setidaknya niat pasang dulu. Kuatkan. Realisasikan! Caranya? Mulailah menabung. Mualilah tanya-tanya kepada yang udah dari sana.

Lalu berdoa agar dipanggil ke rumahNya. Rumah Allah: Baitullah. Banyak yang mampu tapi tidak berangkat ke sana karena yang Empunya rumah enggak undang. Sebaliknya banyak yg (nampaknya) kurang mampu akhirnya berangkat atas izin Allah.

Kebetulan memang berhaji adalah rukun islam. Mungkin perlu ditulis lagi: RUKUN ISLAM. Rukun, Men!

Kalau sholat misalkan kita hilangkan satu saja rukunnya. Misalkan sholat tapi tidak sujud. Tentu sholat kita tidak sah. Nah, karena berhaji adalah rukun islam, kalau tidak dilaksanakan berarti islam kita….. (silahkan diisi sendiri).

Yah, sekadar renungan untuk kita renungi bersama. Mumpung bulan ramadhan yang di mana doa-doa dikabulkan dengan mudahnya. Bulan yang di mana keberkahan hadir berlimpah di setiap detiknya.

Mintalah kepada Allah dengan doa yang lembut serta sungguh-sungguh. Minta dimampukan untuk ke sana. Minta diundang oleh Allah.

Semoga kita semua dapat dimampukan oleh Allah menyempurnakan islam kita. Semoga kita disanggupkan diundang oleh Allah ke rumahnya Baitullah.

With Love.
Arif Rahman Igirisa.

Nb:
Kamu tidak perlu share tulisan ini jika tidak bermanfaat. Kamu juga tidak perlu like dan katakan “aamiin” agar bisa berangkat ke sana. Cukup pantaskan diri agar dimampukan dan diundang ke sana.

Menjawab Pertanyaan Sulit

Seringkali ketika public speaking ada sesi tanya jawab yang di mana audiens diberikan kesempatan untuk bertanya perlihal sesuatu yang kita sampaikan. Namun kadangkala ada audiens yang begitu kritis dan bertanya sesuatu yang kita ‘agak sulit’ menjawabnya.

Mungkin sesuatu itu kita tahu tau ribet mengungkapkannya, untuk kasus ini jelaskanlah sesingkat mungkin. Janganlah panik. Itu kuncinya.

Namun adakalanya audiens bertanya jauh di luar kemampuan kita menjawab atau kebanyakan dari pertanyaannya OOT (Out of topic). Nah bagaimana cara menghadapinya? Ini dia, tips menghadapi pertanyaan sulit ketika public speaking.

Baca entri selengkapnya »

Kiblat

 

AYO CEK & PERBAIKI ARAH KIBLAT ANDA
Jumat 27 Mei 2016, Matahari Akan Melintas Persis di Atas Kabah

————————————————————————-

Berdasarkan data astronomi, Jumat (27/05) besok, matahari akan melintas tepat di atas Kabah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB dan 17.18 WITA.

“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Ka’bah,

Peristiwa semacam ini sering dikenal juga dengan nama Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Sehubungan itu, kaum muslimin dan pengurus takmir masjid/mushalla yang akan memverifikasi kesesuain arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot/bandul.

Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata.

Dan ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.

 

istiwa-azam-2016_20160527_004442

Buat kamu pencinta buku, mungkin ini adalah postingan yang membuat mata kamu berbinar-binar. Inilah kumpulan foto-foto desain unik rak buku. Cekidot.🙂

saladi

Lagi ramai diperbincangkan di dunia internet tentang polisi yang jujur Bripka Seladi. Beliau yang tidak mau menerima suap dan sudah 12 tahun merangkap pemulung sampah untuk menambah-nambah penghasilan buat keluarga.

Namun, bukan itu yang ingin saya ceritakan. Bukan tentang siapa itu Bripka Seladi. Ini tentang kejujuran. Sekali lagi: KEJUJURAN.

Itulah nilai-nilai yang saya rasa kita sering menemuinya (bahkan bisa dikatakan wajib) di buku PPKn zaman dahulu namun kita mengalami krisis tentangnya saat ini. Sampai-sampai kita sering mendengar celoteh seperti ini:

“Wah, zaman sekarang cari orang jujur susah.”

Akrab dengan ungkapan itu?

Inilah zaman di mana Baca entri selengkapnya »

VLog: Upgrading Lanjutan

Posted: 24 Mei 2016 in artikelku

Ini dia para peserta upgrading lanjutan SMA Negeri 2 Bitung angkatan ke-2. Sembilan orang yang begitu luar biasa. Mereka mengira bahwa kami fasilitator ExBert Training & Consulting memberikan ilmu yang banyak kepada mereka, padahal justru kamilah yang banyak belajar dari orang-orang hebat ini.

Semangat mereka, daya juang mereka, semuanya menginspirasi kami untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik. Semoga kelak jadi anak-anak yang hebat, bermanfaat bagi negara, dan agama. Aamiiin.

Enjoy this video:

Video lainnya menyusul setelah seminar nanti ya?🙂 Nantikan aja.

Impian detail dan spesifik

Hallo, Semua.🙂

Apa kabarnya?

 

Semoga terus sehat ya. ^_^

Semoga juga semua yang dicita-citakan akan terwujud. Yang ingin jadi ahli nutrisi, ahli kesehatan, pakar bisnis, entrepreneur, penulis, entertainer, ahli agama, dan lain sebagainya, semoga semuanya terwujud di waktu yang tepat yang telah ditentukan.

Kenapa perlu kata “ditentukan”?

Ya, karena memiliki impian, secara khusus harapan dalam doa, haruslah spesifik. Sekali lagi: SPESIFIK.

Maksudnya apa? Harus jelas kapan dan bagaimana harus terwujud.

Memiliki impian dan doa itu seperti mem-booking tiket pesawat. Katakanlah kita akan memesan sebuah tiket kepada travel agen. “Mbak, pesan tiket dong!” Pertanyaannya: apakah kita akan dapat tiketnya? Jawabannya: tentu tidak. Karena kita tidak mengatakan tujuan dan tanggal keberangkatannya. Kalau kita berkata dengan rinci dan spesifik seperti: “Mbak, saya mau memesan tiket ke Manado pada tanggal 26 Maret 2017, maskapai Garuda.” Nah, sudah barang tentu kita akan segera mendapatkan tiketnya.

Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Saat Public Speaking

Beberapa waktu yang lalu kamu telah memahami tentang 10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Public Speaking dan 5 Tips dasar Public Speaking, kali ini kita akan memahami tentang langkah-langkah teknis bagaimana menjawab pertanyaan dalam public speaking.

Ada beberapa langkah yang perlu kamu ketahui dan perhatikan ketika menjawab pertanyaan. Cekidot:

  1. Berjalanlah kearah penannya (bila memungkinkan), tata letak ruang juga perlu diperhatikan
  2. Pertahankan kontak mata dengan penanya
  3. Tunjukkan Bahasa tubuh yang positif dengan senyum yang lembut
  4. Anggukkan kepalamu untuk menunjukkan bahwa kamu mendengarkan dengan seksama pertanyaan tersebut
  5. Pelan-pelan menjauhlah (mundur, jangan membelakangi) dari penanya itu
  6. Ucapkan terimakasih setelah si penanya selesai mengajukan pertanyaan
  7. Ulangi pertanyaan tersebut agar pendengar yang lain memahami dengan jelas, sekaligus merupakan strategi agar kamu mendapatkan waktu yang lebih panjang untuk berpikir.

Itulah langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan ketika menjawab pertanyaan, semoga bermanfaat. J

With Love.

Arif Rahman Igirisa.

Tips public speaking
Merupakan sebuah ketakutan yang besar jika ingin melakukan public speaking atau berbicara di hadapan orang banyak (publik). Akan tetapi perlu kita menyadari bahwa setiap ahli dahulunya adalah pemula, so buat kamu yang baru ingin mencoba berbicara di depan umum mulailah latihan dan jangan ragu untuk mencoba.

Sambil kamu mempersiapkan latihan kamu, kamu boleh membaca tulisan saya di bawah ini. Inilah dia 5 Tips Dasar Untuk Public Speaking Yang Perlu Kamu Ketahui:

1. Kuasai Materi Yang Ingin Disampaikan 

Menguasai materi, disamping membuat kamu lancar dan nampak profesional di atas panggung, menguasai materi dapat membuat tingkat kepercayaan diri kamu meningkat secara drastis dan dramatis. Meski seluruh persiapan teknis sudah kamu lakukan, namun jika kamu belum menguasai materi yang akan disampaikan dengan baik, selalu saja ada yang membuat kamu tidak percaya diri. Tentu saja hal ini terjadi karena ini merupakan hal yang sangat kritis dalam public speaking. Jadi, kuasailah materi yang akan kamu sampaikan.
2. Ketahuilah Siapa Audiensmu
Ketahuilah siapa yang akan menghadiri performa kamu. Dengan mengetahuinya, kamu bisa menentukan topik apa yang menarik untuk membuka, bahasa apa yang akan kamu gunakan nanti, dan lain sebagainya. Mengetahui audiens berarti kamu memahami karakteristik dari mereka. Apa yang paling mereka hindari dan apa yang paling mereka minati.
3. Never Apologize
Ini mungkin sedikit mengejutkan kamu jika kamu mengetahui betapa banyak audiens yang melewatkan presentasi kamu. Jika kamu melakukan kesalahan kecil seumpama lupa atau salah menyebut beberapa kata, don’t worry your audience, tak perlu kamu meminta maaf, karena kebanyakan audiens justru tidak tahu kalau kita sedang melakukan kesalahan. Meminta maaf justru akan memberi mereka ‘clue’ bahwa kita salah. ‘Tabrak’ saja kesalahanmu itu, lanjutkan saja performa kamu seperti yang sudah direncanakan.
4. Bayangkan Bahwa Dirimu Sedang Membawakan Materi Yang Penting
Cara awal terbaik untuk berhasil adalah dengan mula-mula menvisualisasikannya. Kalau kamu ingin menjadi dokter, mula-mula bayangkanlah dirimu menjadi dokter. Jika kamu ingin menjadi pengusaha, penulis, pengemban dakwah, motivator, entertainer, pertama-tama kamu perlu membayangkan dirimu menjadi yang kamu inginkan. Lalu visualisasikan dengan kuat, beri warna yang jelas, beri gerakan yang jelas bahwa kamu sudah menjadi orang yang kamu inginkan.
Nah, sama halnya dengan menjadi seorang public speaker yang hebat, bayangkan terlebih dahulu bahwa kamu adalah seorang public speaker yang hebat. Bayangkan apa jadinya jika kamu menjadi public speaker idola kamu. Bayangkan dirimu seperti dirinya. Apakah di kondisi seperti itu dia akan seperti apa. Gugupkah atau bersemangatkah? Tentu bersemangat. Bayangkan kamu juga bersemangat seperti seorang yang kamu idolakan. Kemudian, yakinilah bahwa materi yang akan kamu sampaikan adalah materi yang begitu penting. Dengan begitu, jika kamu percaya bahwa materi yang kamu bawakan itu penting, maka orang lain akan lebih mudah yakin dengan apa yang kamu sampaikan.
5. Fokuslah Pada Pesan Yang Akan Disampaikan, Bukan Pada Dirimu Sendiri
Jika kamu berfokus pada dirimu  sendiri, kamu selalu akan menemukan kekurangan pada dirimu dan secara sadar atau tidak sadar, kamu akan membiarkan dirimu menjadi gugup dengan sendirinya. Kalau kamu berfokus pada pesanmu, materimu, kamu akan menemukan passion dalam materimu. Pesan yang akan kamu sampaikan akan lebih menarik, mengedukasi, menginspirasi, atau memotivasi audiensmu.
Semoga Bermanfaat.
With Love.

Public Speaking Mastery 2016

Seringkali beberapa, ah mungkin banyak pembicara pemula atau presenter yang masih baru melakukan banyak kesalahan dalam berbicara di depan umum.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh melakukan kesalahan. Kesalahan itu perlu agar kamu belajar dari kesalahan itu. Dan pelajaran setelahnya, itulah pelajaran yang paling berharga.
Oke, inilah 10 kesalahan yang sering dilakukan ketika public speaking yang harus kamu hindari agar kamu menjadi presenter yang lebih baik:

Baca entri selengkapnya »

Coba kamu bayangkan ada seorang peminta-minta di jalan. Kemudian, katakanlah ada seorang yang memberi sedekah kepada peminta-minta di jalanan. Jumlah yang ia berikan tidak sedikit untuk ukuran ‘pemberian’ kepada peminta-minta: Rp100.000. Ada yang melihat kejadian itu dan berujar sambil mencibir:

“Dasar tidak mendidik! Dengan memberikan uang sebanyak itu kepada orang tersebut sama artinya membiarkan dia bermalas-malasan.”

Namun, ada seorang lain yang berujar sambil memuji:

“Luar biasa mendidik. Orang itu mengajarkan contoh yang baik kepada orang-orang di sekitar bahwa sedekah itu jangan sedikit-sedikit. Dengan begitu langsung terbantu orang yang kuram mampu tersebut.”

Nah, loh? Kok satu kegiatan yang sama, satu kejadian yang sama sekali tidak berbeda, dinilai berbeda oleh dua orang berbeda? Jawabannya: Baca entri selengkapnya »

22. HBD Arif
 
Masih pagi, tapi mulai dari email, sms, sampai beranda facebook sudah penuh dengan ucapan selamat ulang tahun kepada saya. Tak mengapa. Saya sangat berterima kasih kepada Teman semua.
 
Namun bukan itu yang ingin saya katakan. Bagi sebagian besar orang, ulang tahun adalah sesuatu yang sangat sakral. Bahkan perlu ada ceremony khusus dalam merayakannya dalam bentuk yang berbeda-beda.
 
Ada yang dengan cara mengadakan syukuran, ada yang mengadakan pesta, ada yang sekadar mentraktir teman atau sanak family, atau dalam bentuk yang lain. Dan yang paling aneh menurut saya: dilempari telur busuk dan tepung.
 
Bagi saya, ulang tahun hanyalah sebagai pengingat bahwa kita sudah semakin bertambah tua. Tentu kamu tahu bahwa kita sebenarnya bertambah tua setiap harinya. Hanya saja Birthday (kata orang bule) adalah momentum pengingat (saja), muhasabah kalau dalam bahasa arab.
 
Makna lain dari birthday adalah momentum Hijrah. Hijrah dari yang belum baik menjadi baik, dan yang sudah baik ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Ini patut direnungi. Bukan sekadar merayakan dan tak bermanfaat setelahnya.

Baca entri selengkapnya »

9. Kesempatan

Ada tiga hal yang tidak bisa diulang. yaitu:

Pertama, anak panah yang sudah dilepaskan dari busurnya, meskipun terpanah dengan tidak sengaja.

Kedua, kata-kata yang sudah diucapkan, meskipun kita meminta maaf.

Ketiga, kesempatan yang diabaikan. Seringkali kesempatan yang sama tidak datang kembali. Yang menyedihkan adalah kita sering mengabaikan kesempatan-kesempatan itu.

Banyak orang berkata bahwa hidup adalah kesempatan. Hidup berjalan terus, kesempatan datang silih berganti.

Tapi apakah kita telah memanfaatkan kesempatan yang datang kepada kita dengan baik. Kita seringkali tidak memanfaatkan waktu dengan baik.

Pernahkah kita berpikir bagaimana perasaan kita jika tahu bahwa besok kita akan dipanggil Tuhan? Mungkin sedih, takut, cemas bercampur aduk.

Ada ungkapan yang mengajarkan kita untuk selalu mengisi hidup dengan sebaik-baiknya. “Berbuatlah yang baik sebanyak mungkin selolah-olah detik di depan kita adalah detik terakhir dalam hidup kita.”

Mari kita memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat hidup kita lebih bermakna.

Berhijablah Tanpa Tunda-tunda

Berhijablah Tanpa Tunda-tunda

Saat perintah berhijab turun, surah An-nuur ayat 31, dulu, para muslimah saat itu menyambutnya dengan bersegera merobek kain yang ada di rumah-rumahnya dan memakainya sebagai jilbab.

Mereka tidak bertanya: mengapa? Mereka pula tak menggugat: apa manfaatnya bagi saya? Mereka berhijab tanpa ‘tapi’ tidak pula pake ‘nanti’.

Mereka tidak khawatir jilbabnya jika hanya sederhana yg terbuat dari sobekan kain. Mereka tidak risau kalau jilbabnya tak mengikuti tren berbusana.

Mereka tak peduli kalau jilbabnya itu membuat mereka menyerupai burung gagak. Mereka yakin kalau apa yang diperintahkan Allah pastilah bermanfaat bagi mereka di dunia maupun di akhirat.

Saat ini, sangat sulit kita mendapatkan kondisi itu lagi. Meski telah jelas kewajiban dalam Al-Quran, tertuang pula dalam hadits Rasul kita Muhammad alaihi sholatu wasalam, tetap saja jumlah Muslimah yang tak berhijab jauh lebih banyak daripada mereka yang menjaga hijab.

Mereka masih menyangsikan kebenaran ayat tersebut dengan bermacam dalih.
“Ah, jilbab itu kuno.” atau “Ah, jilbab itu cuma budaya arab,” dan lain sebagainya.

Padahal, Islam adalah agama fitrah. Allah Maha Bijaksana telah mengatur rambu-rambu yang jelas untuk melindungi kita dengan berhijab.

Yah, begitulah adanya. Tugas mengajak Muslimah di sekitar kita (terutama keluarga kita) memang tidak mudah. Bujuk rayu syaitan selalu ada dan menjelma, menjadikan kita hamba yang jauh dari Quran dan agama.

Namun kita tak boleh putus asa. Hijab adalah pilar yang sangat-sangat-sangat penting dari kehidupan berislam. Sehingga mengajak muslimah untuk menjaga hijabnya, sama artinya kita telah berupaya untuk membangun kembali peradaban islam yang mulia.

With Love.
Arif Rahman Igirisa.